Apa yang bisa kami bantu?

 

A. Pendahuluan

RAID (Redundant Array of Independent Disks) adalah teknologi yang menggabungkan beberapa disk menjadi satu unit penyimpanan logis. RAID dapat digunakan untuk meningkatkan performa, menyediakan redundansi data, atau menggabungkan keduanya, bergantung pada level RAID yang dipilih.

 

Pada artikel ini, kita akan membahas cara membuat RAID pada Ubuntu 26.04 menggunakan mdadm. Sebelum memulai, pastikan volume tambahan sudah terpasang pada instance. Gunakan perintah berikut untuk memeriksa disk yang tersedia.

Gambar 1. Pengecekan List Block Device
Gambar 1. Pengecekan List Block Device

 

B. Konfigurasi RAID

Catatan: gambar perintah yang dipertahankan dari artikel sebelumnya perlu dicocokkan kembali dengan hasil pengujian pada Ubuntu 26.04. Pastikan sintaks, nama perangkat, dan hasil keluaran pada gambar sesuai dengan versi sistem yang dibahas.

Setelah disk tambahan terpasang dan teridentifikasi, kita dapat membuat array RAID. Berikut penjelasan singkat mengenai lima level RAID yang umum digunakan beserta contoh perintah pembuatannya.

Peringatan: Perintah pada gambar menggunakan nama perangkat contoh. Sesuaikan dengan hasil pemeriksaan disk pada server. Jangan gunakan disk yang masih menyimpan data penting.

1. RAID 0

Gambar 2. RAID 0
Gambar 2. RAID 0

 

RAID 0 menggunakan metode striping, yaitu membagi dan mendistribusikan data ke beberapa disk. Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Minimal dua disk.
  • Memiliki kelebihan di kecepatan (karena blok stripped).
  • Tidak ada redundansi (tidak ada mirror, tidak ada parity).

Jalankan perintah pada gambar berikut untuk membuat RAID 0. Pastikan nama perangkat sudah benar dan gunakan minimal dua disk yang memang disiapkan untuk array.

Gambar 3. Membuat RAID 0
Gambar 3. Membuat RAID 0

 

Setelah array dibuat, periksa status dan detail RAID untuk memastikan konfigurasi berhasil.

Gambar 4. Pengecekan Konfigurasi RAID 0
Gambar 4. Pengecekan Konfigurasi RAID 0

 

2. RAID 1

 

Gambar 5. RAID 1
Gambar 5. RAID 1

 

RAID 1 menggunakan metode mirroring, yaitu menyimpan salinan data yang sama pada beberapa disk. Karakteristik utamanya:

  • Minimal dua disk.
  • Performa bagus (tanpa striping. Tanpa parity). 
  • Redundansi yang sangat baik (Mirroring). 

Jalankan perintah pada gambar berikut untuk membuat RAID 1. Pastikan minimal dua disk telah disiapkan dan nama perangkatnya sesuai.

Gambar 6. Membuat RAID 1
Gambar 6. Membuat RAID 1

 

Periksa status array setelah dibuat. RAID 1 dapat memerlukan waktu sinkronisasi awal, bergantung pada kapasitas disk dan beban sistem.

Gambar 7. Pengecekan Konfigurasi RAID 1
Gambar 7. Pengecekan Konfigurasi RAID 1

 

3. RAID 5

Gambar 8. RAID 5
Gambar 8. RAID 5

 

RAID 5 menggunakan striping dengan informasi paritas yang didistribusikan ke seluruh disk. Karakteristik utamanya:

  • Minimal tiga disk.
  • Performa bagus (menggunakan stripped block). 
  • Redundansi yang baik (parity didistribusikan). 
  • Opsi hemat biaya terbaik yang memberikan kinerja dan redundansi. Gunakan ini untuk DB yang sangat berorientasi membaca. 

Jalankan perintah pada gambar berikut untuk membuat RAID 5. Level ini memerlukan minimal tiga disk.

Gambar 9. Membuat RAID 5
Gambar 9. Membuat RAID 5

 

Periksa status array setelah dibuat. RAID 5 dapat memerlukan waktu sinkronisasi awal, bergantung pada kapasitas disk dan beban sistem.

Gambar 10. Pengecekan Konfigurasi RAID 5
Gambar 10. Pengecekan Konfigurasi RAID 5

 

4. RAID 6

RAID 6 menggunakan striping dengan dua informasi paritas. Level ini memerlukan minimal empat disk dan dapat menoleransi kegagalan dua disk. Jalankan perintah pada gambar berikut setelah memastikan nama perangkat benar.

Gambar 11. Membuat RAID 6
Gambar 11. Membuat RAID 6

 

Periksa status array setelah dibuat. RAID 6 dapat memerlukan waktu sinkronisasi awal, bergantung pada kapasitas disk dan beban sistem.

Gambar 12. Pengecekan Konfigurasi RAID 6
Gambar 12. Pengecekan Konfigurasi RAID 6

 

5. RAID 10

Gambar 13. RAID 10
Gambar 13. RAID 10

 

RAID 10 menggabungkan mirroring dan striping. Karakteristik utamanya:

  • Minimal empat disk.
  • Redundansi yang sangat baik  
  • Performa luar biasa (karena metode stripped) 

 

Jalankan perintah pada gambar berikut untuk membuat RAID 10. Level ini memerlukan minimal empat disk. Toleransi kegagalannya bergantung pada disk yang mengalami kerusakan dan susunan pasangan mirror.

Gambar 14. Membuat RAID 10
Gambar 14. Membuat RAID 10

 

Periksa status array setelah dibuat. RAID 10 dapat memerlukan waktu sinkronisasi awal, bergantung pada kapasitas disk dan beban sistem.

Gambar 15. Pengecekan Konfigurasi RAID 10
Gambar 15. Pengecekan Konfigurasi RAID 10

 

Setelah array dibuat dan statusnya diperiksa, filesystem dapat dibuat pada perangkat array apabila array tersebut akan digunakan sebagai penyimpanan baru. Perintah format dapat menghapus data pada perangkat tujuan, jadi pastikan nama perangkat sudah benar dan data penting telah dicadangkan.

Gambar 16. Membuat Filesystem Disk
Gambar 16. Membuat Filesystem Disk

 

Buat direktori tujuan, kemudian pasang filesystem array pada direktori tersebut. Setelah itu, verifikasi bahwa filesystem terpasang pada lokasi yang benar.

Gambar 17. Mounting Disk RAID
Gambar 17. Mounting Disk RAID

 

Agar array dapat dirakit kembali setelah server melakukan boot, simpan konfigurasi mdadm sesuai mekanisme yang digunakan oleh sistem. Periksa isi konfigurasi terlebih dahulu untuk menghindari entri ganda.

Gambar 18. Konfigurasi RAID
Gambar 18. Konfigurasi RAID

 

Perbarui initramfs jika diperlukan oleh konfigurasi sistem. Pastikan mekanisme initramfs yang digunakan pada Ubuntu 26.04 sudah diperiksa sebelum menjalankan perintah pembaruan.

Gambar 19. Update initramfs
Gambar 19. Update initramfs

 

Terakhir, tambahkan konfigurasi filesystem pada /etc/fstab agar filesystem RAID dipasang otomatis saat boot. Sebaiknya gunakan UUID filesystem dan verifikasi konfigurasi sebelum melakukan reboot.

Gambar 20. Konfigurasi fstab
Gambar 20. Konfigurasi fstab

 

C. Penutup

Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memahami dasar pembuatan dan pemeriksaan RAID pada Ubuntu 26.04. Pilih level RAID sesuai kebutuhan kapasitas, performa, dan toleransi kegagalan. RAID bukan pengganti pencadangan data, sehingga pencadangan tetap perlu dilakukan secara berkala.

 

Semoga artikel yang telah kami sampaikan di atas dapat membantu Anda. Anda juga dapat menemukan artikel lainnya melalui halaman Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala teknis terkait dengan layanan Biznet Gio, Anda dapat menghubungi kami melalui email support@biznetgio.com atau dapat melalui live chat di website Biznet Gio, melalui chat WhatsApp dan juga dapat melalui telpon (021) 5714567.