Perbedaan Antara Snapshot VM Dengan Snapshot Volume GIO Enterprise Cloud
0 people liked this article
A. Pendahuluan
Snapshot merupakan salinan dari data atau kondisi suatu sistem yang diambil pada titik waktu tertentu. Snapshot berfungsi sebagai cadangan sementara yang dapat digunakan untuk mengembalikan kondisi sistem apabila terjadi perubahan yang tidak diinginkan, seperti kesalahan konfigurasi, kegagalan aplikasi, maupun kerusakan sistem.
Pada layanan GIO Enterprise Cloud berbasis CloudStack, tersedia dua jenis snapshot yang memiliki fungsi berbeda, yaitu VM Snapshot dan Volume Snapshot. Meskipun keduanya sama-sama digunakan untuk kebutuhan backup dan pemulihan data, cakupan data yang disimpan serta cara penggunaannya berbeda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami perbedaan kedua jenis snapshot tersebut agar dapat memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan operasional.
B. Penjelasan
1. VM Snapshot
VM Snapshot adalah snapshot yang digunakan untuk menyimpan kondisi dari sebuah Virtual Machine (VM) secara keseluruhan pada saat snapshot dibuat. Snapshot ini tidak hanya mencakup data pada disk, tetapi juga menyimpan informasi konfigurasi dan status VM sehingga dapat digunakan untuk mengembalikan kondisi mesin virtual ke titik waktu tertentu.
VM Snapshot umumnya digunakan sebelum melakukan aktivitas yang berpotensi mengubah kondisi server, seperti pembaruan sistem operasi, instalasi aplikasi, atau perubahan konfigurasi penting. Apabila terjadi kegagalan setelah perubahan dilakukan, Anda dapat melakukan proses revert ke VM Snapshot sehingga kondisi VM akan kembali seperti saat snapshot dibuat.
Contoh penggunaan:
- Sebelum melakukan update sistem operasi.
- Sebelum melakukan upgrade aplikasi atau middleware.
- Sebelum mengubah konfigurasi server dalam skala besar.
* Note : Setelah membuat VM Snapshot, beberapa perubahan pada konfigurasi VM tidak dapat dilakukan hingga snapshot dihapus. Perubahan tersebut meliputi penambahan atau perubahan Data Volume, penambahan atau perubahan IP Address, serta Change Service (upgrade atau downgrade spesifikasi VM).
2. Volume Snapshot
Volume Snapshot merupakan snapshot yang digunakan untuk menyimpan data pada sebuah volume penyimpanan. Snapshot ini dapat diterapkan baik pada Root Volume maupun Data Volume, sehingga fokus utamanya adalah melindungi data yang tersimpan pada media penyimpanan, bukan keseluruhan kondisi Virtual Machine.
Volume Snapshot sangat sesuai digunakan ketika Anda hanya ingin mencadangkan data pada disk tanpa perlu menyimpan konfigurasi maupun status VM. Snapshot ini juga dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk membuat volume baru atau melakukan pemulihan data apabila terjadi kehilangan atau kerusakan pada volume.
Contoh penggunaan:
- Backup data aplikasi.
- Backup database yang berada pada Data Volume.
- Backup Root Volume sebelum melakukan perubahan pada sistem operasi.
* Note : VM Snapshot dan Volume Snapshot tidak dapat digunakan secara bersamaan pada VM yang sama. Jika telah terdapat VM Snapshot, maka proses pembuatan Volume Snapshot tidak dapat dilakukan hingga VM Snapshot tersebut dihapus. Sebaliknya, apabila terdapat Volume Snapshot, maka pembuatan VM Snapshot juga tidak dapat dilakukan.
3. Perbedaan VM Snapshot dan Volume Snapshot
Aspek |
VM Snapshot |
Volume Snapshot |
| Objek yang disimpan | Kondisi (state) Virtual Machine secara keseluruhan | Data pada Root Volume atau Data Volume |
| Mencakup konfigurasi VM | Ya | Tidak |
| Mencakup data disk | Ya | Tidak |
| Digunakan untuk | Mengembalikan kondisi VM ke titik waktu tertentu | Melindungi dan memulihkan data pada volume |
| Cocok digunakan sebelum | Upgrade sistem, perubahan konfigurasi, instalasi aplikasi | Backup data, migrasi data, atau perlindungan storage |
| Dampak setelah dibuat | Tidak dapat mengubah resource tertentu hingga snapshot dihapus | Tidak dapat membuat VM Snapshot selama Volume Snapshot masih tersedia |
C. Kesimpulan
VM Snapshot dan Volume Snapshot memiliki fungsi yang berbeda meskipun sama-sama digunakan sebagai mekanisme perlindungan data pada GIO Enterprise Cloud. VM Snapshot berfokus pada penyimpanan kondisi Virtual Machine secara menyeluruh sehingga cocok digunakan sebelum melakukan perubahan pada sistem atau konfigurasi server. Sementara itu, Volume Snapshot hanya menyimpan data pada media penyimpanan (Root Volume atau Data Volume), sehingga lebih tepat digunakan untuk kebutuhan backup dan pemulihan data.
Sebelum membuat snapshot, perlu diperhatikan bahwa VM Snapshot dan Volume Snapshot tidak dapat digunakan secara bersamaan pada Virtual Machine yang sama. Oleh karena itu, pilih jenis snapshot yang paling sesuai dengan tujuan penggunaan agar proses pengelolaan VM dan data dapat berjalan secara optimal.
Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silakan hubungi Support Biznet GIO melalui email support@biznetgio.com atau live chat maupun WA ke website www.biznetgio.com dan bisa juga melalui telepon ke nomor (021) 5714567.
Popular Articles
-
Cara Install & Konfigurasi Monitoring Cacti Serta Mengetahui Fungsi Fitur Pada Cacti
15 people say this guide was helpful
-
Cara Mengaktifkan Telnet pada Windows 7, 8 dan 10
5 people say this guide was helpful
-
Install dan Konfigurasi Samba Server pada Ubuntu
5 people say this guide was helpful
-
Cara Membuat atau Menambahkan SSH Key pada Layanan Neo Lite dan NEO Lite Pro
3 people say this guide was helpful