Apa yang bisa kami bantu?

A. Pendahuluan

Windows Admin Center (WAC) adalah aplikasi administrasi berbasis web dari Microsoft yang digunakan untuk mengelola server Windows, komputer Windows, cluster, hingga virtual machine melalui satu antarmuka terpusat. Berbeda dengan berbagai konsol administrasi yang terpisah, Windows Admin Center mengintegrasikan berbagai alat manajemen ke dalam satu dashboard yang dapat diakses menggunakan browser.

Dengan Windows Admin Center, administrator dapat melakukan berbagai tugas seperti memantau performa server, mengelola storage, mengonfigurasi jaringan, mengelola layanan (services), melihat event log, mengakses PowerShell, hingga mengelola Hyper-V tanpa harus membuka Remote Desktop (RDP) ke setiap server.

Pada artikel ini akan dijelaskan cara menginstal Windows Admin Center pada Windows Server atau Windows Client, kemudian menambahkan server yang akan dikelola beserta pengenalan fitur-fitur utamanya.

 

B. Persiapan

Sebelum melakukan instalasi, pastikan beberapa kebutuhan berikut telah tersedia

  1. Server dengan OS Windows Server 2022 ataupun 2025 dan akses Administrator.
  2. WinRM aktif pada server yang akan dikelola.
  3. Server yang ingin dimanage di WAC berada pada 1 koneksi/gateway yang sama.

 

C. Langkah-Langkah Instalasi

1. Download Windows Admin Center

Unduh installer Windows Admin Center melalui halaman resmi Microsoft.

Halaman Download:

Windows Admin Center | Microsoft Evaluation Center

Gambar 1- Download WAC

Pilih Download Now dan tunggu sampai proses download selesai.

 

Gambar 2 - Proses Download WAC

 

2. Jalankan Installer

Klik dua kali file installer yang telah diunduh.

Gambar 3 - Buka installer WAC Untuk Proses Instal

Pada halaman Welcome, klik Next.

Gambar 4 - Proses Install WAC

 

3. Setujui License Agreement

Centang opsi: I accept these terms and understand the privacy statement

Gambar 5 - Pilih I accept these terms and understand the privacy statement

Kemudian klik Next.

 

4. Pilih Mode Instalasi

Installer menyediakan dua pilihan instalasi:

Gambar 6 - Pilih Mode Instalasi

Keterangan:

Express Setup

Mode ini akan mengatur konfigurasi secara otomatis, termasuk port dan akses jaringan. Direkomendasikan bagi pengguna baru.

Custom Setup

Mode ini memungkinkan Anda mengatur:

  • Port yang digunakan
  • Jenis sertifikat TLS
  • Fully Qualified Domain Name (FQDN)
  • Trusted Hosts
  • WinRM over HTTPS

Pilih mode yang sesuai, kemudian klik Next.

 

5. Konfigurasi Sertifikat TLS

Pilih salah satu opsi berikut:

  • Generate Self-Signed Certificate (untuk lab atau pengujian).
  • Use Existing Certificate (untuk lingkungan produksi)
     
Gambar 7 - Konfigurasi Sertifikat TLS

Kemudian klik Next.

 

6. Pengaturan Update

Pilih apakah Windows Admin Center akan melakukan pembaruan secara otomatis.

Disarankan memilih Automatically install updates.

Gambar 8 - Pilih Pengaturan Update

Klik Next.

 

7. Pengiriman Diagnostic Data

Pilih apakah ingin mengirim data diagnostik ke Microsoft.

Gambar 9 - Pilih Diagnostic Data

Selanjutnya klik Next.

 

8. Mulai Instalasi

Periksa kembali konfigurasi yang telah dipilih. Klik Install untuk memulai proses instalasi.

Tunggu hingga proses selesai.

Gambar 10 - Proses instalasi WAC Berjalan

 

9. Jalankan Windows Admin Center

Setelah instalasi selesai, centang opsi:

Gambar 11 - Proses Instalasi Selesai

Kemudian klik Finish.

Browser akan terbuka secara otomatis menuju halaman login Windows Admin Center.

 

10. Login ke Windows Admin Center

Masukkan akun Administrator Windows yang memiliki hak akses ke server.

Gambar 12 - Akses WAC di Browser dan Login

 

Setelah berhasil login, halaman All Connections akan ditampilkan.

Gambar 13 - Tampilan Jika Berhasil Login WAC

 

D. Cara Penggunaan WAC

Menambahkan Server/Perangkat

Klik tombol +Add:

Gambar 14 - Tambah Perangkat Dengan Klik Add

 

Pilih add manually dan bisa pilih resource yang ingin ditambahkan.

Gambar 15 - Pilih Perangkat Yang Ingin Ditambahkan

 

Pada tahap ini, Anda bisa tambahkan perangkat dengan input IP Server atau dengan input hostname server/perangkat yang ingin ditambahkan.

Gambar 16 - Input IP Server/Hostname Perangkat Yang Ingin Ditambahkan

 

Apabila IP server / hostname yang berada di 1 jaringan yang sama, maka akan muncul tampilan yang berbeda seperti di bawah.

Gambar 17 - Input Akses Server/Perangkat Yang Ingin Ditambahkan

Silakan bisa pilih  “User another account for thist connections” dan input username serta password dari server/perangkat yang ingin ditambahkan. Setelah itu bisa klik Add with credentials.

 

Natinya jika kredensial akses server yang sudah diinput dan ditambahkan sesuai. Maka akan otomatis server/perangkat yang ditambahkan muncul pada halaman dashboard utama Windows Admin Center (WAC).

Gambar 18 - Tampilan JIka Berhasil Tambahkan Server/Perangkat

 

Mengenal Fitur Windows Admin Center

Setelah berhasil terhubung, Anda dapat menggunakan berbagai fitur administrasi, antara lain:

  1. Overview

Menu Overview menampilkan ringkasan kondisi server secara real-time sehingga administrator dapat mengetahui status server tanpa harus membuka banyak menu. Informasi yang ditampilkan meliputi:

  • Nama server
  • Sistem operasi
  • CPU Usage
  • Memory Usage
  • Kapasitas Storage
  • Aktivitas Network
  • Status Restart
  • Informasi hardware

Menu ini biasanya menjadi halaman utama saat pertama kali membuka server. Anda dapat melihat contoh tampilannya seperti capture di bawah ini.

Gambar 19 -  Contoh Tampilan Overview Dari Server Yang Sudah Ditambahkan

 

Gambar 20 - Contoh Tampilan Lanjutan Overview Dari Server Yang Sudah Ditambahkan

 

  1. Security

Menu Security digunakan untuk memantau konfigurasi keamanan Windows Server. Beberapa informasi yang dapat dilihat antara lain:

  • Microsoft Defender Antivirus
  • Windows Defender Firewall
  • Credential Guard
  • Device Guard
  • Secure Boot
  • TPM (Trusted Platform Module)
  • Windows Security Center

Menu ini membantu administrator memastikan fitur keamanan server telah berjalan dengan baik.

 

  1. Settings

Menu Settings digunakan untuk mengubah konfigurasi dasar sistem operasi Windows. Beberapa konfigurasi yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengubah nama komputer (Hostname)
  • Mengatur zona waktu (Time Zone)
  • Konfigurasi Remote Desktop (RDP)
  • Pengaturan Startup
  • Informasi lisensi Windows
     
  1. Azure Backup

Fitur ini digunakan untuk mengintegrasikan server dengan layanan Azure Backup. Fungsinya antara lain:

  • Melakukan backup server ke Microsoft Azure
  • Menjadwalkan backup secara otomatis
  • Melakukan proses restore data apabila diperlukan

Fitur ini cocok digunakan sebagai solusi disaster recovery berbasis cloud.

 

  1. Azure File Sync

Azure File Sync memungkinkan sinkronisasi folder lokal pada Windows Server dengan Azure Files. Manfaatnya antara lain:

  • Sinkronisasi file secara otomatis
  • Penyimpanan file di cloud
  • Akses file dari beberapa server
  • Mengurangi kebutuhan kapasitas penyimpanan lokal melalui fitur cloud tiering

     
  1. Azure Hybrid Center

Azure Hybrid Center digunakan untuk menghubungkan Windows Server dengan berbagai layanan Microsoft Azure. Melalui fitur ini administrator dapat:

  • Menghubungkan server ke Azure
  • Mengaktifkan Azure Arc
  • Mengelola server hybrid
  • Mengakses layanan monitoring Azure

     
  1. Azure Monitor

Menu ini digunakan untuk menghubungkan server ke layanan Azure Monitor. Fungsinya antara lain:

  • Monitoring performa server
  • Pengumpulan log
  • Analisis resource
  • Membuat alert ketika terjadi masalah pada server
     
  1. Certificates

Menu Certificates digunakan untuk mengelola sertifikat digital yang terpasang pada server. Administrator dapat melakukan:

  • Melihat daftar sertifikat
  • Import sertifikat
  • Export sertifikat
  • Menghapus sertifikat
  • Melihat masa berlaku sertifikat

Menu ini sering digunakan ketika mengelola SSL/TLS untuk IIS maupun aplikasi lainnya.

 

  1. Devices

Menu Devices menampilkan seluruh perangkat keras yang terdeteksi oleh sistem operasi. Informasi yang tersedia meliputi:

  • Processor
  • Hard Disk
  • Network Adapter
  • USB Device
  • Display Adapter
  • Driver Device

Administrator juga dapat mengetahui apakah terdapat perangkat yang mengalami error melalui status Device Manager.

 

  1. Events

Menu Events merupakan versi web dari Event Viewer. Administrator dapat melihat berbagai log Windows seperti:

  • Application Log
  • Security Log
  • System Log
  • Setup Log
  • Forwarded Events

Log ini sangat berguna untuk proses troubleshooting maupun audit sistem.

 

  1. Files & File Sharing

Menu Files & File Sharing digunakan untuk mengelola file serta Shared Folder secara langsung melalui browser. Beberapa fungsi yang tersedia:

  • Menghapus file
  • Membuat folder baru
  • Upload file
  • Download file
  • Membuat SMB Share
  • Mengatur izin akses (Permissions)
  • Melihat folder yang sedang diakses pengguna

Menu ini memudahkan administrasi file tanpa perlu menggunakan Remote Desktop.

 

  1. Firewall

Menu Firewall digunakan untuk mengelola Windows Defender Firewall. Melalui menu ini Administrator dapat:

  • Mengaktifkan atau menonaktifkan Firewall
  • Membuat Rule baru
  • Menghapus Rule
  • Mengubah Rule yang sudah ada
  • Membuka atau menutup port tertentu
  • Mengatur inbound maupun outbound traffic

Menu ini sangat berguna saat melakukan konfigurasi layanan seperti IIS, SQL Server, WinRM, atau aplikasi lain yang membutuhkan akses jaringan.

 

  1. Installed Apps

Menu Installed Apps menampilkan seluruh aplikasi yang telah terpasang pada Windows Server. Melalui menu ini administrator dapat:

  • Melihat daftar software yang terinstal
  • Mengetahui versi aplikasi
  • Melihat publisher aplikasi
  • Mengetahui tanggal instalasi
  • Menghapus aplikasi tertentu (tergantung hak akses dan dukungan aplikasi)

Menu ini memudahkan inventarisasi perangkat lunak tanpa perlu membuka Programs and Features melalui Remote Desktop.

 

  1. Local Users & Groups

Menu Local Users & Groups digunakan untuk mengelola akun pengguna dan grup lokal pada Windows Server. Melalui menu ini administrator dapat:

  • Membuat akun pengguna baru
  • Mengubah password pengguna
  • Mengaktifkan atau menonaktifkan akun
  • Menghapus akun pengguna
  • Membuat grup lokal
  • Menambahkan atau menghapus anggota grup
  • Mengelola hak akses administrator

Fitur ini memudahkan administrasi akun tanpa perlu membuka Computer Management atau Local Users and Groups (lusrmgr.msc).

 

  1. Networks

Menu Networks digunakan untuk mengelola konfigurasi jaringan pada server. Beberapa konfigurasi yang dapat dilakukan meliputi:

  • Melihat Network Adapter yang tersedia
  • Mengubah konfigurasi IP Address
  • Mengatur Subnet Mask
  • Mengubah Default Gateway
  • Mengatur DNS Server
  • Mengaktifkan atau menonaktifkan adapter jaringan
  • Melihat statistik penggunaan jaringan

Fitur ini berguna ketika administrator perlu melakukan perubahan konfigurasi jaringan tanpa menggunakan Remote Desktop.

 

  1. Packet Monitoring

Menu Packet Monitoring digunakan untuk melakukan pemantauan lalu lintas jaringan secara real-time. Melalui menu ini administrator dapat:

  • Melihat paket yang melewati interface jaringan
  • Melakukan troubleshooting koneksi
  • Menganalisis aktivitas jaringan
  • Membantu identifikasi bottleneck atau trafik yang tidak normal

Fitur ini berguna untuk analisis awal tanpa harus menggunakan aplikasi seperti Wireshark.

 

  1. Performance Monitor

Menu Performance Monitor digunakan untuk memantau performa server secara real-time. Informasi yang ditampilkan meliputi:

  • Penggunaan CPU
  • Penggunaan RAM
  • Aktivitas Disk
  • Aktivitas Network
  • IOPS Storage
  • Grafik performa secara langsung

Administrator dapat mengetahui kondisi server saat terjadi lonjakan beban kerja.

 

  1. PowerShell

Menu PowerShell menyediakan terminal PowerShell berbasis web yang dapat diakses langsung melalui browser. Melalui fitur ini administrator dapat:

  • Menjalankan perintah PowerShell
  • Mengelola Windows Server dari jarak jauh
  • Menjalankan script administrasi
  • Melakukan troubleshooting
  • Melakukan otomatisasi administrasi server

Fitur ini mengurangi kebutuhan untuk membuka sesi Remote Desktop hanya untuk menjalankan perintah PowerShell.

 

  1. Processes

Menu Processes menampilkan seluruh proses yang sedang berjalan pada server. Informasi yang ditampilkan antara lain:

  • Nama proses
  • Process ID (PID)
  • Penggunaan CPU
  • Penggunaan Memory
  • Status proses

Administrator juga dapat menghentikan (End Process) proses yang tidak diperlukan atau mengalami masalah.

 

  1. Registry

Menu Registry digunakan untuk mengelola Windows Registry secara langsung. Melalui fitur ini administrator dapat:

  • Melihat Registry Key
  • Membuat Registry baru
  • Mengubah Value Registry
  • Menghapus Registry
  • Melakukan troubleshooting konfigurasi Windows

Fitur ini setara dengan menggunakan Registry Editor (regedit.exe).

 

  1. Remote Desktop

Menu Remote Desktop memungkinkan administrator membuka sesi Remote Desktop (RDP) langsung dari Windows Admin Center. Melalui fitur ini administrator dapat:

  • Membuka desktop server
  • Melakukan administrasi berbasis GUI
  • Mengakses aplikasi desktop
  • Mengelola server secara penuh

Fitur ini sangat membantu apabila diperlukan akses ke antarmuka grafis Windows Server tanpa membuka aplikasi Remote Desktop secara terpisah.

 

  1. Roles & Features

Menu Roles & Features digunakan untuk mengelola peran (Roles) dan fitur (Features) Windows Server. Melalui fitur ini administrator dapat:

  • Melihat Roles yang telah terinstal
  • Menambahkan Roles baru
  • Menghapus Roles
  • Menginstal Windows Features
  • Menghapus Windows Features

Contoh Roles yang dapat dikelola:

  • Active Directory Domain Services (AD DS)
  • DNS Server
  • DHCP Server
  • IIS (Web Server)
  • File Server
  • Hyper-V
     
  1. Scheduled Tasks

Menu Scheduled Tasks digunakan untuk mengelola Windows Task Scheduler. Melalui fitur ini administrator dapat:

  • Membuat tugas terjadwal
  • Mengubah jadwal eksekusi
  • Menjalankan task secara manual
  • Menghapus task
  • Melihat status task

Fitur ini berguna untuk menjalankan backup, script otomatis, maupun pekerjaan administrasi yang dilakukan secara berkala.

 

  1. Services

Menu Services digunakan untuk mengelola seluruh layanan (Windows Services). Melalui fitur ini administrator dapat:

  • Melihat daftar service
  • Menjalankan service
  • Menghentikan service
  • Restart service
  • Mengubah Startup Type
  • Melihat status service

Contoh layanan yang sering dikelola:

  • IIS
  • DNS
  • DHCP
  • Windows Update
  • SQL Server
  • Print Spooler

     
  1. Storage

Menu Storage digunakan untuk mengelola media penyimpanan pada Windows Server. Beberapa fungsi yang tersedia antara lain:

  • Melihat Physical Disk
  • Melihat Volume
  • Membuat Volume baru
  • Menghapus Volume
  • Memformat Disk
  • Melihat kapasitas penyimpanan
  • Mengelola Storage Spaces

Menu ini memudahkan administrasi penyimpanan tanpa membuka Disk Management.

 

  1. Storage Migration Service

Storage Migration Service digunakan untuk memigrasikan data dan konfigurasi file server dari server lama ke server baru. Fitur ini mendukung proses migrasi seperti:

  • Menyalin file dan folder
  • Memigrasikan Shared Folder
  • Mempertahankan Permission (ACL)
  • Memigrasikan konfigurasi jaringan tertentu

Fitur ini sangat membantu ketika melakukan upgrade atau penggantian file server.

 

  1. Storage Replica

Storage Replica memungkinkan replikasi data antar server atau antar cluster secara sinkron maupun asinkron. Kegunaannya antara lain:

  • Disaster Recovery (DR)
  • High Availability
  • Replikasi data secara real-time
  • Menjaga konsistensi data antara dua lokasi

Fitur ini umum digunakan pada lingkungan enterprise yang membutuhkan ketersediaan data tinggi.

 

  1. System Insights

Menu System Insights menyediakan analisis prediktif berbasis machine learning yang membantu administrator memahami kondisi server. Beberapa informasi yang dapat diperoleh antara lain:

  • Prediksi penggunaan CPU
  • Prediksi penggunaan memori
  • Analisis kapasitas penyimpanan
  • Perkiraan kebutuhan resource di masa mendatang

Fitur ini membantu administrator melakukan perencanaan kapasitas (capacity planning) sebelum terjadi kekurangan sumber daya.

 

  1. Updates

Menu Updates digunakan untuk mengelola pembaruan Windows Server. Melalui fitur ini administrator dapat:

  • Memeriksa pembaruan yang tersedia
  • Menginstal Windows Update
  • Melihat riwayat pembaruan
  • Mengelola proses reboot setelah update

Fitur ini memudahkan pemeliharaan server agar tetap mendapatkan pembaruan keamanan dan fitur terbaru.

 

  1. Virtual Machines

Menu Virtual Machines digunakan untuk mengelola mesin virtual yang berjalan pada Hyper-V. Beberapa fungsi yang tersedia:

  • Membuat Virtual Machine baru
  • Menyalakan dan mematikan VM
  • Melakukan restart VM
  • Menghapus VM
  • Mengelola checkpoint (snapshot)
  • Mengubah konfigurasi CPU, RAM, dan Storage VM
  • Melihat penggunaan resource setiap VM

Menu ini hanya tersedia apabila server telah menginstal role Hyper-V.

 

  1. Virtual Switches

Menu Virtual Switches digunakan untuk mengelola virtual switch pada Hyper-V. Melalui fitur ini administrator dapat:

  • Membuat Virtual Switch baru
  • Menghapus Virtual Switch
  • Mengubah konfigurasi Virtual Switch
  • Menghubungkan Virtual Machine ke jaringan
  • Mengelola External, Internal, maupun Private Virtual Switch

Fitur ini sangat penting dalam membangun infrastruktur virtualisasi menggunakan Hyper-V karena menentukan bagaimana mesin virtual saling berkomunikasi maupun mengakses jaringan eksternal.

Informasi detail terkait penggunaan Windows Admin Center (WAC) bisa merujuk pada halaman resmi Microsoft Ikhtisar Windows Admin Center | Microsoft Learn

E. Penutup

Windows Admin Center merupakan solusi modern untuk mengelola infrastruktur Windows melalui antarmuka berbasis web. Dengan satu dashboard, administrator dapat memantau kondisi server, mengelola layanan, menjalankan PowerShell, hingga mengelola Hyper-V tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi atau membuka sesi Remote Desktop.

Melalui proses instalasi yang relatif sederhana dan dukungan terhadap berbagai versi Windows Server maupun Windows Client, Windows Admin Center menjadi pilihan yang efisien untuk administrasi harian. Untuk penggunaan di lingkungan produksi, pastikan menerapkan praktik keamanan yang baik, seperti menggunakan sertifikat TLS tepercaya, membatasi akses melalui firewall, dan selalu memperbarui Windows Admin Center ke versi terbaru.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silakan hubungi Support Biznet GIO melalui email support@biznetgio.com atau live chat maupun WA ke website www.biznetgio.com dan bisa juga melalui telepon ke nomor (021) 5714567.