Cara Install Vaultwarden sebagai Self-Hosted Password Manager di VPS
0 people liked this article
A. Pendahuluan
Vaultwarden merupakan implementasi ringan dan kompatibel dengan protokol Bitwarden yang dapat dijalankan secara mandiri (self-hosted) di server VPS. Dengan Vaultwarden, pengguna dapat menyimpan dan menyinkronkan password, catatan aman, serta data autentikasi lainnya tanpa bergantung pada layanan pihak ketiga.
Pada panduan ini, instalasi Vaultwarden akan dipraktikkan menggunakan VPS dengan sistem operasi Ubuntu 22.04. Proses instalasi mencakup persiapan server, pemasangan komponen pendukung, konfigurasi domain, hingga menjalankan layanan Vaultwarden agar dapat diakses melalui browser secara aman.
Dengan mengikuti langkah-langkah pada artikel ini, Anda dapat membangun layanan password manager pribadi yang lebih fleksibel, mudah dikelola, dan sesuai untuk kebutuhan individu maupun tim kecil.
B. Prerequisites
Sebelum memulai instalasi, pastikan beberapa kebutuhan berikut telah disiapkan:
1. Server VPS dengan sistem operasi Ubuntu 22.04 LTS.
2. Akses pengguna dengan hak akses root atau sudo.
3. Domain atau subdomain aktif yang telah diarahkan (pointing) ke alamat IP VPS.
4. Koneksi internet yang stabil untuk mengunduh paket dan dependensi selama proses instalasi.
C. Langkah Instalasi
1. Perbarui Repository Sistem
Perbarui daftar paket dan sistem agar seluruh dependensi yang dibutuhkan menggunakan versi terbaru
sudo apt update && sudo apt upgrade -y2. Install Docker
Vaultwarden dijalankan menggunakan Docker, sehingga Docker Engine perlu diinstal terlebih dahulu.
sudo apt install docker.io -yAktifkan Docker agar berjalan otomatis saat server dinyalakan.
sudo systemctl enable --now dockerCek Status Docker.
systemctl status docker.service
3. Install Docker Compose
Docker Compose digunakan untuk memudahkan pengelolaan container Vaultwarden.
sudo apt install docker-compose-v2 -yVerifikasi instalasi.
docker compose version
4. Membuat Direktori Vaultwarden
Buat direktori yang akan digunakan untuk menyimpan konfigurasi dan data Vaultwarden.
mkdir -p ~/vaultwarden
cd ~/vaultwardenVerifikasi folder yang dibuat.
ls -l ~
5. Membuat File Docker Compose
Buat file docker-compose.yml sebagai konfigurasi utama container Vaultwarden.
nano docker-compose.ymlMasukkan konfigurasi berikut.
version: "3.8"
services:
vaultwarden:
image: vaultwarden/server:latest
container_name: vaultwarden
restart: always
environment:
DOMAIN: "https://namadomain.com"
WEBSOCKET_ENABLED: "true"
SIGNUPS_ALLOWED: "true"
INVITATIONS_ALLOWED: "false"
ADMIN_TOKEN: "GANTI_DENGAN_TOKEN_YANG_DIINGINKAN"
SMTP_HOST: "mail.namadomain.com"
SMTP_FROM: "admin@namadomain.com"
SMTP_FROM_NAME: "Vault"
SMTP_PORT: "587"
SMTP_SECURITY: "starttls"
SMTP_USERNAME: "admin@namadomain.com"
SMTP_PASSWORD: "password"
SMTP_TIMEOUT: "15"
ENABLE_PREMIUM: "true"
ENABLE_TOTP: "true"
volumes:
- ./vw-data:/data
networks:
- vault_net
caddy:
image: caddy:2
container_name: caddy
restart: always
ports:
- "80:80"
- "443:443"
environment:
DOMAIN: "namadomain.com"
EMAIL: "admin@namadomain.com"
LOG_FILE: "/data/access.log"
volumes:
- ./Caddyfile:/etc/caddy/Caddyfile:ro
- ./caddy-config:/config
- ./caddy-data:/data
networks:
- vault_net
networks:
vault_net:
Keterangan:
- SMTP Settings: Gunakan alamat email dari domain Anda atau akun Gmail. Apabila menggunakan Gmail, masukkan App Password sebagai password SMTP, bukan password login akun Gmail.
- DOMAIN: Isi dengan nama domain atau subdomain yang akan digunakan untuk mengakses Vaultwarden.
- EMAIL: Masukkan alamat email yang akan digunakan sebagai pengirim notifikasi dari Vaultwarden.
- ADMIN_TOKEN: Masukkan token atau password unik yang akan digunakan untuk mengakses halaman administrasi Vaultwarden. Simpan token ini dengan baik karena akan diperlukan setiap kali mengakses halaman admin.
Setelah selesai melakukan konfigurasi, simpan file dengan menekan Ctrl + X, kemudian Y, dan tekan Enter.
6. Membuat File Caddyfile
Buat file Caddyfile
nano CaddyfileKemudian masukkan konfigurasi berikut.
{$DOMAIN}:443 {
log {
level INFO
output file {$LOG_FILE} {
roll_size 10MB
roll_keep 10
}
}
tls {$EMAIL}
encode gzip
header {
Strict-Transport-Security "max-age=31536000;"
X-XSS-Protection "1; mode=block"
X-Frame-Options "DENY"
X-Robots-Tag "none"
-Server
}
reverse_proxy /notifications/hub vaultwarden:3012
reverse_proxy vaultwarden:80 {
header_up X-Real-IP {remote_host}
}
}Setelah selesai melakukan konfigurasi, simpan file dengan menekan Ctrl + X, kemudian Y, dan tekan Enter.
7. Menjalankan Vaultwarden
Jalankan container Vaultwarden menggunakan Docker Compose.
sudo docker compose up -d
Pastikan container telah berjalan.
sudo docker ps
D. Verifikasi
Buka browser menggunakan nama domain yang digunakan pada konfigurasi vaultwarden.

Untuk bisa login, silakan membuat akun terlebih dahulu melalui tombol “Create Account”.

Masukkan alamat email dan nama yang ingin digunakan.

Buat master password dan password hint. Jika sudah klik tombol “Create Account”

Setelah berhasil membuat akun vaultwarden coba login menggunakan akun yang telah dibuat.


Jika sudah berhasil login maka vaultwarden Anda siap digunakan.

Setelah Vaultwarden berhasil dijalankan, Anda dapat mengakses halaman administrator melalui https://namadomain.com/admin. Selanjutnya, masukkan ADMIN_TOKEN yang telah ditentukan pada file docker-compose.yml di Langkah 5 untuk masuk ke panel admin.

Berikut tampilan Admin panel dari Vaultwarden.

Sebagai tambahan, apabila Vaultwarden tidak ingin digunakan oleh public dan hanya untuk kebutuhan internal atau pribadi maka dapat menonaktifkan fitur Sign Up atau Registrasi Account.
Untuk melakukan hal tersebut, akses kembali file docker-compose.yml
nano docker-compose.ymlUbah bagian SIGNUPS_ALLOWED: “true” menjadi SIGNUPS_ALLOWED: “false”

Setelah selesai melakukan konfigurasi, simpan file dengan menekan Ctrl + X, kemudian Y, dan tekan Enter.
Selanjutnya untuk menerapkan perubahan konfigurasi jalankan ulang perintah berikut.
sudo docker compose up -dKemudian apabila dicoba Create Account kembali melalui portal login akan muncul notifikasi seperti berikut.

E. Penutup
Dengan mengikuti panduan ini, Anda telah berhasil menginstal dan mengonfigurasi Vaultwarden sebagai self-hosted password manager pada VPS Ubuntu 22.04. Selanjutnya, Anda dapat mulai menyimpan dan mengelola kredensial secara terpusat melalui antarmuka web maupun aplikasi Bitwarden yang kompatibel. Untuk menjaga keamanan layanan, pastikan selalu menggunakan HTTPS, memperbarui image Vaultwarden secara berkala, serta menyimpan ADMIN_TOKEN dan data Vaultwarden di lokasi yang aman melalui proses backup rutin.
Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silakan hubungi Support Biznet GIO melalui email support@biznetgio.com atau live chat maupun WA ke website www.biznetgio.com dan bisa juga melalui telepon ke nomor (021) 5714567.
Popular Articles
-
Cara Install & Konfigurasi Monitoring Cacti Serta Mengetahui Fungsi Fitur Pada Cacti
15 people say this guide was helpful
-
Cara Mengaktifkan Telnet pada Windows 7, 8 dan 10
5 people say this guide was helpful
-
Install dan Konfigurasi Samba Server pada Ubuntu
5 people say this guide was helpful
-
Cara Membuat atau Menambahkan SSH Key pada Layanan Neo Lite dan NEO Lite Pro
3 people say this guide was helpful