Apa yang bisa kami bantu?

A. Pendahuluan

Dalam lingkungan virtualisasi Proxmox, sering kali kita perlu menambahkan storage tambahan (additional disk) pada Virtual Machine (VM) untuk kebutuhan data, backup, atau ekspansi kapasitas. Selain itu, disk yang sudah ada juga mungkin perlu di-resize (diperbesar) seiring bertambahnya kebutuhan.

 

Panduan ini menjelaskan langkah demi langkah :

  • Menambahkan disk baru ke VM
  • Mengkonfigurasi disk di dalam Linux
  • Melakukan resize disk yang sudah ada

 

B. Menambahkan Additional Disk di Proxmox

Melalui Web Interface (VE Proxmox)

 

B.1. Login ke Proxmox Web UI

gambar 1 - login proxmox

 

B.2 Pilih VM yang diinginkan

gambar 2 - select VM

 

B.3 Masuk ke tab Hardware

gambar 3 - Tab Hardware VM

 

B.4 Klik tombol Add → Hard Disk

gambar 4 - add disk

 

B.5 Tentukan parameter:

gambar 5 - parameter disk
  • Storage: lokasi penyimpanan (contoh: local)
  • Bus/Device: pilih SCSI (recommended)
  • Disk size: misalnya 20 GB

 

B.6 Klik Add

Setelah langkah ini, disk baru sudah terpasang di VM, tetapi belum bisa digunakan di dalam OS.

 

E. Verifikasi Disk di Linux

Setelah penambahan Disk baru, kita bisa melakukan verifikasi dengan menggunakan command berikut :

lsblk
gambar 6 - verifikasi penambahan disk

Disk tambahan biasanya muncul sebagai /dev/sdb, /dev/vdb, atau serupa.

 

F. Membuat Partisi pada Disk Baru

Untuk membuat partisi pada disk baru, dapat menggunakan command “fdisk”, seperti berikut :

fdisk /dev/sdb

 

Langkah di dalam fdisk :

 

F.1 Tekan n → membuat partisi baru

gambar 7 - buat partisi baru

 

F.2 Pilih p → primary

gambar 8 - primary

 

F.3 Tekan Enter untuk default (full disk)

gambar 9 - full disk

 

F.4 Tekan w → simpan perubahan

gambar 10 - simpan perubahan

 

F.5 Verfifikasi partisi

Setelah membuat partisi, dapat verifikasi terlebih kembali menggunakan command berikut

lsblk
gambar 11 - partisi sdb1

 

 

G. Format Filesystem

Setelah pembuatan partisi baru, menentukan format Filesystem, seperti berikut :

mkfs.ext4 /dev/sdb1
gambar 12 - filesystem

 

 

H. Mount Disk

Buat direktori mount point:

mkdir /data

Mount Disk :

mount /dev/sdb1 /data
gambar 13 - mount disk

 

 

I. Automount Saat Boot

Edit file /etc/fstab, tambahkan baris berikut :

/dev/sdb1 /data ext4 defaults 0 2
gambar 14 - fstab

 

 

J. Resize Additional Disk

Jika disk sudah ada dan ingin diperbesar, lakukan dua tahap berikut:

 

J.1 Resize dari Proxmox

J.1.1 Masuk ke Proxmox Web UI dan Pilih VM → tab Hardware

gambar 15 - tab hardware resize

 

J.1.3 Pilih disk (misalnya scsi1), dan Klik Disk Action → Resize

gambar 16 - select disk

 

J.1.5 Tambahkan ukuran (contoh: +30G)

gambar 17 - resize disk

 

 

J.2 Resize di Linux

J.2.1 Cek ukuran disk

lsblk
gambar 18 - cek ukuran disk

 

J.2.2 install tools resize partisi

apt install cloud-guest-utils
gambar 19 - tools resize

 

J.2.3 Resize menggunakan “growpart”

growpart /dev/sdb 1
gambar 20 - growpart

 

J.2.4 Resize FileSystem

resize2fs /dev/sdb1
gambar 21 - Resize Filesystem

 

K. Verifikasi Resize Additional Disk

lsblk
gambar 22 - verifikasi after resize disk
df -hT
gambar 23 - Verifikasi Resize Additional Disk

 

L. Kesimpulan

Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat dengan mudah menambahkan dan memperbesar storage pada VM Linux di Proxmox. Proses ini penting untuk menjaga fleksibilitas dan skalabilitas sistem sesuai kebutuhan.

Jika Anda menggunakan konfigurasi khusus seperti LVM atau RAID, langkah tambahan mungkin diperlukan.

Semoga panduan cara membuat VM di Poxmox VE ini membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silahkan hubungi support@biznetgio.com  atau (021) 5714567.