Cara Menambahkan IP Private pada Layanan NEO Lite dan NEO Lite Pro (Debian)
0 people liked this article
A. Pendahuluan
Pada beberapa implementasi server, sering kali dibutuhkan jaringan private yang digunakan khusus untuk komunikasi antar server. Jaringan ini umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan seperti replikasi database, sinkronisasi data, layanan cluster, maupun komunikasi aplikasi yang tidak perlu melewati jaringan publik.
Dokumen ini dibuat sebagai panduan konfigurasi IP statis pada interface private di sistem operasi Debian 13 menggunakan systemd-networkd. Pada contoh ini digunakan interface ens19 sebagai jaringan private, sedangkan interface eth0 tetap digunakan sebagai jalur akses publik sehingga koneksi internet maupun akses SSH tetap berjalan seperti biasa.
Panduan ini menjelaskan proses konfigurasi pada masing-masing server, cara mengaktifkan konfigurasi, melakukan pengujian konektivitas, serta langkah-langkah menghapus konfigurasi apabila jaringan private sudah tidak digunakan.
Catatan: Pada panduan ini digunakan interface ens19 sebagai contoh interface jaringan private. Nama interface pada setiap server dapat berbeda, tergantung konfigurasi hardware atau virtualisasi yang digunakan. Sebelum melakukan konfigurasi, pastikan nama interface yang akan digunakan dengan menjalankan perintah:
ip aB. Spesifikasi
| Server | Interface | Private IP |
|---|---|---|
| Server01 | ens19 | 10.10.10.1/24 |
| Server02 | ens19 | 10.10.10.2/24 |
Pastikan interface ens19 tersedia pada kedua server
Pastikan kedua server memiliki interface jaringan tambahan yang akan digunakan sebagai jaringan private. Pada panduan ini digunakan ens19 sebagai contoh, namun nama interface dapat berbeda pada setiap server. Verifikasi nama interface terlebih dahulu menggunakan perintah
ip asebelum melakukan konfigurasi.
Verifikasi:
ip aContoh output:
3: ens19: <BROADCAST,MULTICAST> mtu 1500 qdisc noop state DOWNStatus DOWN masih normal sebelum konfigurasi diterapkan.
a. Konfigurasi Server01
Buat file konfigurasi:
nano /etc/systemd/network/20-ens19.networkIsi file:
[Match]
Name=ens19
[Link]
RequiredForOnline=no
[Network]
DHCP=no
Address=10.10.10.1/24
LinkLocalAddressing=no
IPv6AcceptRA=noKeterangan: Pada contoh ini digunakan alamat IP private 10.10.10.1/24. Sesuaikan alamat IP sesuai kebutuhan, namun pastikan seluruh server menggunakan alamat IP yang berbeda, berada pada subnet yang sama, serta tidak bertabrakan dengan jaringan yang sudah ada.
Simpan file.
Atur permission:
chmod 644 /etc/systemd/network/20-ens19.networkAktifkan interface:
ip link set ens19 upReload konfigurasi:
networkctl reload
networkctl reconfigure ens19Verifikasi:
ip addr show ens19Hasil yang diharapkan:
inet 10.10.10.1/24
b. Konfigurasi Server02
Buat file konfigurasi:
nano /etc/systemd/network/20-ens19.networkIsi file:
[Match]
Name=ens19
[Link]
RequiredForOnline=no
[Network]
DHCP=no
Address=10.10.10.2/24
LinkLocalAddressing=no
IPv6AcceptRA=noKeterangan: Pada contoh ini digunakan alamat IP private 10.10.10.2/24. Sesuaikan alamat IP sesuai kebutuhan, namun pastikan seluruh server menggunakan alamat IP yang berbeda, berada pada subnet yang sama, serta tidak bertabrakan dengan jaringan yang sudah ada.
Simpan file.
Atur permission:
chmod 644 /etc/systemd/network/20-ens19.networkAktifkan interface:
ip link set ens19 upReload konfigurasi:
networkctl reload
networkctl reconfigure ens19Verifikasi:
ip addr show ens19Hasil yang diharapkan:
inet 10.10.10.2/24
C. Pengujian Koneksi
Dari Server01:
ping 10.10.10.2
Dari Server02:
ping 10.10.10.1
Jika konfigurasi berhasil, kedua server akan saling merespons melalui jaringan private.
D. Menghapus Konfigurasi Debian
Jika jaringan private sudah tidak digunakan, hapus file konfigurasi:
rm -f /etc/systemd/network/20-ens19.networkReload konfigurasi jaringan:
networkctl reloadNonaktifkan interface:
ip link set ens19 downPastikan interface sudah tidak memiliki alamat IP:
ip addr show ens19
E. Penutup
Dengan mengikuti langkah-langkah pada panduan ini, interface jaringan private dapat dikonfigurasi menggunakan alamat IP statis pada sistem operasi Debian 13 melalui systemd-networkd. Setelah konfigurasi diterapkan, pastikan kedua server dapat saling berkomunikasi melalui jaringan private dengan melakukan pengujian konektivitas.
Apabila konfigurasi jaringan private sudah tidak diperlukan, file konfigurasi dapat dihapus dan interface dinonaktifkan agar tidak digunakan lagi. Sebelum menerapkan konfigurasi pada server lain, selalu lakukan verifikasi nama interface jaringan karena setiap server dapat menggunakan nama interface yang berbeda.
Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silakan hubungi Support Biznet GIO melalui email support@biznetgio.com atau live chat maupun WA ke website www.biznetgio.com dan bisa juga melalui telepon ke nomor (021) 5714567.
Popular Articles
-
Cara Install & Konfigurasi Monitoring Cacti Serta Mengetahui Fungsi Fitur Pada Cacti
15 people say this guide was helpful
-
Cara Mengaktifkan Telnet pada Windows 7, 8 dan 10
5 people say this guide was helpful
-
Install dan Konfigurasi Samba Server pada Ubuntu
5 people say this guide was helpful
-
Jenis-Jenis Software Virtualisasi untuk Membuat Virtual Machine
7 people say this guide was helpful