Apa yang bisa kami bantu?

A. Pendahuluan

NEO Elastic Storage atau NES adalah layanan disk/storage yang dirancang untuk menunjang kebutuhan penyimpanan data aplikasi Anda. NES dapat digunakan sebagai storage tambahan pada server NEO Metal untuk kebutuhan backup, data aplikasi, database, maupun kebutuhan penyimpanan lainnya.

Artikel ini membahas cara menggunakan 2 layanan NES v2 pada 1 server NEO Metal, mulai dari proses attach, partitioning, mounting, resize, hingga detach volume NES.

Pada NES v2, Anda hanya memerlukan 1 iSCSI portal per region, karena NES v2 tidak lagi membutuhkan multipath. Jika Anda menggunakan 2 NES pada 1 NEO Metal, maka hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Setiap NES memiliki iSCSI Target Name masing-masing.
  2. Setiap NES dapat memiliki CHAP Username dan Password masing-masing.
  3. Server hanya menggunakan 1 iSCSI Initiator Name pada file /etc/iscsi/initiatorname.iscsi.
  4. Jika 2 NES berada pada region yang sama, iSCSI portal yang digunakan sama, namun target iSCSI berbeda.
  5. Jika 2 NES berada pada region berbeda, pastikan route ke masing-masing portal iSCSI sudah tersedia.
  6. Nama disk seperti /dev/sdb dan /dev/sdc dapat berbeda pada setiap server. Pastikan selalu melakukan pengecekan berdasarkan size, session iSCSI, atau UUID.


Catatan: melakukan restart network atau apply konfigurasi network dapat menyebabkan downtime selama beberapa saat.

 

B. Beberapa Hal yang perlu dipersiapkan

1. Informasi Route dan Portal NES v2


Berikut informasi route dan portal iSCSI NES v2:

Region NES    Route NES    iSCSI Portal
NES BTN    10.130.31.0/24    10.130.31.200
NES WJV    10.120.25.0/24    10.120.25.200


Apabila 2 NES berada pada region yang sama, cukup pastikan route region tersebut sudah tersedia.


Apabila 2 NES berada pada region berbeda, misalnya NES 1 di WJV dan NES 2 di BTN, maka route untuk kedua region perlu tersedia pada server NEO Metal.

 

2. Konfigurasi Routing NES di Ubuntu OS

2.1 Cek Route Terlebih Dahulu

Sebelum menambahkan konfigurasi, pastikan route NES sudah ada atau belum pada file netplan.

File yang digunakan:

/etc/netplan/01-dr-provision-auto.yaml

Cek route NES WJV:

grep -A3 '10.120.25.0/24' /etc/netplan/01-dr-provision-auto.yaml

Cek route NES BTN:

grep -A3 '10.130.31.0/24' /etc/netplan/01-dr-provision-auto.yaml

Atau dapat menggunakan perintah berikut untuk mengecek keduanya sekaligus:

grep -E -A3 '10.120.25.0/24|10.130.31.0/24' /etc/netplan/01-dr-provision-auto.yaml

Contoh output:

root@neometal:/home/bs000XXX# grep -A3 '10.120.25.0/24' /etc/netplan/01-dr-provision-auto.yaml
       to: 10.120.25.0/24
       type: unicast
       via: 10.123.93.254

Jika route sudah ada, maka konfigurasi dapat di-skip.

Jika route belum ada, lanjutkan penambahan konfigurasi secara manual.

 

2.2 Konfigurasi Routing

Edit file berikut:

vi /etc/netplan/01-dr-provision-auto.yaml

Tambahkan route pada interface bond1.xxxx sesuai region NES yang digunakan.

Contoh jika server menggunakan 2 NES berbeda region, yaitu WJV dan BTN:

bond1.xxxx:
 accept-ra: true
 addresses:
 - 10.123.93.1/24
 id: xxxx
 link: bond1
 routes:
 - on-link: true
   to: 10.120.22.0/24
   type: unicast
   via: 10.123.93.254
 - on-link: true
   to: 10.120.25.0/24
   type: unicast
   via: 10.123.93.254
 - on-link: true
   to: 10.130.31.0/24
   type: unicast
   via: 10.123.93.254

Sesuaikan IP via dengan gateway yang digunakan pada server.

Jika kedua NES berada di region WJV, cukup tambahkan route berikut:

 - on-link: true
   to: 10.120.25.0/24
   type: unicast
   via: 10.123.93.254

Jika kedua NES berada di region BTN, cukup tambahkan route berikut:

 - on-link: true
   to: 10.130.31.0/24
   type: unicast
   via: 10.123.93.254

 

2.3 Apply Konfigurasi

Setelah selesai, simpan file lalu jalankan:

netplan apply

 

3. Konfigurasi Routing NES di Debian / Proxmox OS

3.1 Pengecekan Awal

Sebelum menambahkan konfigurasi, pastikan route sudah ada atau belum pada file:

/etc/network/interfaces

Cek route NES WJV:

grep '10.120.25.0/24' /etc/network/interfaces

Cek route NES BTN:

grep '10.130.31.0/24' /etc/network/interfaces

Atau cek keduanya sekaligus:

grep -E '10.120.25.0/24|10.130.31.0/24' /etc/network/interfaces

Jika route sudah ada, maka konfigurasi dapat dilewati.

Jika route belum ada, lanjutkan ke tahap konfigurasi.

 

3.2 Konfigurasi Routing

Edit file berikut:

vi /etc/network/interfaces

Tambahkan route pada bagian paling bawah interface auto bond1.xxx sesuai region NES yang digunakan.

Format yang digunakan:

up route add -net <tujuan-route> gw <gateway>

Contoh konfigurasi jika menggunakan 2 NES berbeda region, yaitu WJV dan BTN:

auto bond1.xxxx
iface bond1.xxxx inet static
       address 10.123.93.1/24
       vlan_raw_device bond1
       up route add -net 10.120.22.0/24 gw 10.123.93.254
       up route add -net 10.120.25.0/24 gw 10.123.93.254
       up route add -net 10.130.31.0/24 gw 10.123.93.254

 

Gambar 1. Contoh Konfigurasi Routing pada Debian

 

Pastikan nilai gateway, misalnya 10.123.93.254, sama dengan gateway yang digunakan pada interface tersebut.

 

3.3 Apply Konfigurasi

Setelah konfigurasi selesai, simpan file lalu jalankan perintah berikut:

ifreload -a

 

C. Attach Configuration

Untuk melakukan attach 2 layanan Neo Elastic Storage pada 1 NEO Metal, pastikan kedua layanan NES sudah dipesan melalui Portal Biznet Gio.

Pada portal, Anda akan mendapatkan informasi untuk masing-masing NES seperti berikut:

Gambar 2. Informasi credential pada nes 1
Gambar 3. Informasi credential pada nes 2

 

1. Login iSCSI

Input iSCSI Initiator Name berdasarkan acuan dari portal.

Edit file berikut:

vi /etc/iscsi/initiatorname.iscsi

Sesuaikan InitiatorName:

InitiatorName=iqn.2022-04.id.neometal.btn-iscsi:bsxxxx

Catatan:
Pada 1 server NEO Metal, file initiator hanya diset 1 kali. Walaupun menggunakan 2 NES, InitiatorName tetap menggunakan initiator milik server tersebut.

Kemudian restart service iscsid:

systemctl restart iscsid

 

2. iSCSI Discovery

Discovery iSCSI dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu Dynamic Discovery atau Static Discovery. Untuk penggunaan 2 NES pada 1 NEO Metal, metode Static Discovery lebih direkomendasikan agar setiap target lebih mudah dikelola.

 

2.1 Dynamic Discovery

Sesuaikan IP portal dengan region NES Anda.

iSCSI Portal NES BTN:

10.130.31.200

iSCSI Portal NES WJV:

10.120.25.200

Jika 2 NES berada pada region WJV, jalankan:

iscsiadm -m discovery -t sendtargets -p 10.120.25.200

Jika 2 NES berada pada region BTN, jalankan:

iscsiadm -m discovery -t sendtargets -p 10.130.31.200

Jika NES 1 berada di WJV dan NES 2 berada di BTN, jalankan keduanya:

iscsiadm -m discovery -t sendtargets -p 10.120.25.200
iscsiadm -m discovery -t sendtargets -p 10.130.31.200

 

Gambar 4. Discovery target 2 NES

 

2.2 Static Discovery

Buat node iSCSI untuk masing-masing NES.

Contoh apabila 2 NES berada pada region yang sama, misalnya WJV:

iscsiadm -m node -p 10.120.25.200 -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvXXXXXX -o new
iscsiadm -m node -p 10.120.25.200 -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvYYYYYY -o new

Contoh apabila NES 1 berada di WJV dan NES 2 berada di BTN:

iscsiadm -m node -p 10.120.25.200 -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvXXXXXX -o new
iscsiadm -m node -p 10.130.31.200 -T iqn.2022-04.id.neometal.btn-iscsi:neobtnYYYYYY -o new

 

Penjelasan:

iscsiadm -m node -p "ISCSI Portal BTN/WJV" -T "ISCSI Target Name" -o new

 

Gambar 4. Create iSCSI node untuk NES 1 dan NES 2

 

3. Set Otomatis Ketika Reboot Server

Agar kedua NES otomatis login kembali setelah server reboot, jalankan konfigurasi berikut pada masing-masing target.

Contoh NES 1:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvXXXXXX -o update -n node.startup -v automatic

Contoh NES 2:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvYYYYYY -o update -n node.startup -v automatic

Apabila NES berada di BTN, sesuaikan target menjadi target BTN:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.btn-iscsi:neobtnYYYYYY -o update -n node.startup -v automatic

 

Gambar 5. Konfigurasi auto login nes

 

Penjelasan:

iscsiadm -m node -T "ISCSI Target Name" -o update -n node.startup -v automatic

 

Catatan:
Command ini digunakan agar iSCSI target otomatis login setelah server reboot. Untuk mount otomatis ke directory, tetap gunakan konfigurasi pada file /etc/fstab.

 

4. Konfigurasi CHAP Authentication

CHAP digunakan untuk memastikan bahwa host yang terhubung ke target iSCSI memiliki hak akses ke storage tersebut.

Pada penggunaan 2 NES, konfigurasi CHAP perlu dilakukan pada masing-masing target. Jika kedua NES memiliki credential yang sama, gunakan username dan password yang sama. Jika berbeda, sesuaikan credential berdasarkan informasi pada portal.

Contoh konfigurasi CHAP untuk NES 1:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvXXXXXX -o update -n node.session.auth.username -v bs000xxx
iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvXXXXXX -o update -n node.session.auth.password -v XXXXXXX
Gambar 6. Konfigurasi Chap untuk NES 1

 

Contoh konfigurasi CHAP untuk NES 2:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvYYYYYY -o update -n node.session.auth.username -v bs000xxx
iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvYYYYYY -o update -n node.session.auth.password -v XXXXXXX
Gambar 7. Konfigurasi Chap untuk NES 2

 

Jika NES 2 berada pada region BTN:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.btn-iscsi:neobtnYYYYYY -o update -n node.session.auth.username -v bs000xxx
iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.btn-iscsi:neobtnYYYYYY -o update -n node.session.auth.password -v XXXXXXX

 

Penjelasan:

iscsiadm -m node -T "ISCSI Target Name" -o update -n node.session.auth.username -v "ISCSI Credential Username"
iscsiadm -m node -T "ISCSI Target Name" -o update -n node.session.auth.password -v “ISCSI Credential Password

 

5. Login ke iSCSI Target

Login ke masing-masing iSCSI target.

Contoh NES 1:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvXXXXXX --login

Contoh NES 2:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvYYYYYY --login

Apabila NES berada di BTN:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.btn-iscsi:neobtnYYYYYY --login

 

Penjelasan:

iscsiadm -m node -T "ISCSI Target Name" --login

 

Gambar 5 Login iSCSI NES 1 dan NES 2

Gambar 8. Login iSCSI NES 1 

 

Gambar 9. Login iSCSI NES 2

 

6. Verifikasi iSCSI Session dan Block Device

Gunakan perintah berikut untuk melihat session iSCSI yang sudah login:

iscsiadm -m session

Contoh output:

tcp: [1] 10.120.25.200:3260,1 iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvXXXXXX
tcp: [2] 10.120.25.200:3260,1 iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvYYYYYY

 

Gambar 10. Verifikasi iSCSI Session

 

Untuk melihat detail mapping target ke disk, gunakan:

iscsiadm -m session -P 3

Atau gunakan perintah berikut agar output lebih ringkas:

iscsiadm -m session -P 3 | egrep 'Target:|Current Portal:|Attached scsi disk'

 

Gambar 11. Detail mapping target disk

 

Verifikasi apakah disk sudah muncul pada server:

lsblk

 

Gambar 12. Verifikasi disk dengan command lsblk

 

Agar informasi lebih jelas, gunakan:

lsblk -o NAME,SIZE,TYPE,FSTYPE,MOUNTPOINT,MODEL,SERIAL

Catatan:
Nama disk tidak selalu /dev/sdb dan /dev/sdc. Pastikan berdasarkan size, target iSCSI, atau informasi dari iscsiadm -m session -P 3.

 

7. Membuat Partisi

Setelah kedua disk NES berhasil terdeteksi, lakukan proses partisi pada masing-masing disk.

Contoh:

/dev/sdb = NES 1
/dev/sdc = NES 2

Cek detail disk NES 1:

fdisk -l /dev/sdb | head -n 5

 

Gambar 13. Cek detail disk NES 1

 

Cek detail disk NES 2:

fdisk -l /dev/sdc | head -n 5

 

Gambar 13. Cek detail disk NES 2

 

7.1 Membuat Partisi NES 1

Jalankan:

fdisk /dev/sdb

 

Gambar 14. Pembuatan partisi

 

Langkah pembuatan partisi:

  • Masukkan perintah n untuk membuat partisi baru.
  • Pilih p untuk menggunakan primary partition.
  • Pada bagian Partition number, masukkan 1.
  • Pada bagian First sector, tekan Enter untuk menggunakan nilai default.
  • Pada bagian Last sector, tekan Enter untuk menggunakan nilai default.
  • Setelah partisi terbentuk, masukkan perintah t untuk mengubah system id partisi.
  • Masukkan perintah L untuk menampilkan daftar tipe partisi.
  • Pilih 83 untuk mengubah tipe partisi menjadi Linux.
  • Simpan konfigurasi dengan menekan w.
  • 7.2 Membuat Partisi NES 2

Jalankan:

fdisk /dev/sdc

Gunakan langkah yang sama seperti pembuatan partisi pada NES 1.

 

8. Format Partisi Non-LVM

Jika kedua NES akan digunakan sebagai disk biasa atau non-LVM, setelah partisi selesai dibuat, pastikan tipe partisi menggunakan Linux.

Cek hasil partisi NES 1:

fdisk -l /dev/sdb | head -n 10

Cek hasil partisi NES 2:

fdisk -l /dev/sdc | head -n 10

Format partisi NES 1 menggunakan filesystem ext4:

mkfs.ext4 /dev/sdb1

 

Gambar 15. Format NES 1

 

Format partisi NES 2 menggunakan filesystem ext4:

mkfs.ext4 /dev/sdc1
Gambar 16. Format NES 1

 

Jika ingin menggunakan filesystem XFS, gunakan:

mkfs.xfs /dev/sdb1
mkfs.xfs /dev/sdc1

 

9. Konfigurasi Jika Menggunakan LVM

Jika partisi akan digunakan sebagai LVM, ubah tipe partisi menjadi Linux LVM.

Pada beberapa sistem, tipe Linux LVM menggunakan kode:

8e

Setelah partisi disimpan, lanjutkan dengan proses berikut.

Contoh untuk NES 1:

pvcreate /dev/sdb1
vgcreate vg_nes1 /dev/sdb1
lvcreate -n lv_data -l 100%FREE vg_nes1

Contoh untuk NES 2:

pvcreate /dev/sdc1
vgcreate vg_nes2 /dev/sdc1
lvcreate -n lv_data -l 100%FREE vg_nes2

Kemudian format logical volume.

Contoh ext4:

mkfs.ext4 /dev/vg_nes1/lv_data
mkfs.ext4 /dev/vg_nes2/lv_data

Contoh XFS:

mkfs.xfs /dev/vg_nes1/lv_data
mkfs.xfs /dev/vg_nes2/lv_data

Catatan:
Jika kedua NES ingin dikelola terpisah, gunakan VG yang berbeda seperti vg_nes1 dan vg_nes2. Jangan digabungkan ke dalam 1 VG apabila Anda ingin proses resize, detach, atau troubleshooting dilakukan per volume secara terpisah.

 

10. Mount NES 1 dan NES 2 ke Directory

Buat directory mount point untuk masing-masing NES.

Contoh:

mkdir -p /data-nes1
mkdir -p /data-nes2

Mount partisi NES 1:

mount /dev/sdb1 /data-nes1

Mount partisi NES 2:

mount /dev/sdc1 /data-nes2

Cek hasil mount:

df -hT

Gambar 10 Mount NES 1 dan NES 2 ke Directory

Gambar 17. Mount NES 1 dan NES 2 ke Directory

 

11. Konfigurasi /etc/fstab

Agar volume tetap ter-mount secara otomatis setelah server reboot, tambahkan entry pada file /etc/fstab.

Sangat disarankan menggunakan UUID agar tidak bergantung pada nama disk seperti /dev/sdb1 atau /dev/sdc1.

Cek UUID:

blkid /dev/sdb1
blkid /dev/sdc1

 

Contoh output:

/dev/sdb1: UUID="1111aaaa-2222-bbbb-3333-cccc4444dddd" TYPE="ext4"
/dev/sdc1: UUID="5555eeee-6666-ffff-7777-gggg8888hhhh" TYPE="ext4"

 

Gambar 18. Cek UUID NES 1 dan NES 2

 

Edit file /etc/fstab:

nano /etc/fstab

 

Tambahkan entry berikut:

UUID=1111aaaa-2222-bbbb-3333-cccc4444dddd /data-nes1 ext4 defaults,_netdev 0 0
UUID=5555eeee-6666-ffff-7777-gggg8888hhhh /data-nes2 ext4 defaults,_netdev 0 0

 

Gambar 19. Konfigurasi auto mount pada fstab

 

Jika menggunakan XFS:

UUID=1111aaaa-2222-bbbb-3333-cccc4444dddd /data-nes1 xfs defaults,_netdev 0 0
UUID=5555eeee-6666-ffff-7777-gggg8888hhhh /data-nes2 xfs defaults,_netdev 0 0

Kemudian test konfigurasi:

mount -a
df -hT

 

D. Detach Volume Configuration

Langkah ini dilakukan apabila salah satu atau kedua layanan NES v2 sudah tidak ingin digunakan pada server NEO Metal.

Detach dapat dilakukan untuk:

  • NES 1 saja.
  • NES 2 saja.
  • Kedua NES sekaligus.

Pastikan Anda melakukan detach pada target dan mount point yang benar agar tidak salah melepas volume.

 

1. Umount Filesystem

Sebelum logout dari iSCSI session, lakukan unmount filesystem terlebih dahulu.

Contoh detach NES 1:

umount /data-nes1

Contoh detach NES 2:

umount /data-nes2

Cek hasilnya:

df -hT

 

Gambar 20. Umount Directory NES

 

2. Hapus Entry /etc/fstab

Sebelum logout iSCSI secara permanen, hapus atau comment entry NES pada file /etc/fstab agar server tidak mengalami issue saat reboot.

Edit file:

nano /etc/fstab

Comment entry NES yang ingin dilepas.

Contoh:

# UUID=1111aaaa-2222-bbbb-3333-cccc4444dddd /data-nes1 ext4 defaults,_netdev 0 0
# UUID=5555eeee-6666-ffff-7777-gggg8888hhhh /data-nes2 ext4 defaults,_netdev 0 0

 

Gambar 21. Disable auto mount di fstab

Jika hanya NES 1 yang dilepas, cukup comment entry NES 1 saja.

Jika hanya NES 2 yang dilepas, cukup comment entry NES 2 saja.

 

3. Logout dari iSCSI Session

Logout dari target iSCSI sesuai NES yang ingin dilepas.

Contoh logout NES 1:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvXXXXXX --logout

Contoh logout NES 2:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvYYYYYY --logout

 

Gambar 22. Logout NES 1 dan NES 2

 

Apabila NES berada di BTN:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.btn-iscsi:neobtnYYYYYY --logout

 

Penjelasan:

iscsiadm -m node -T "ISCSI Target Name" --logout

 

 

Cek session:

iscsiadm -m session

 

Gambar 23. Cek session iSCSI

 

Jika hanya salah satu NES yang di-logout, session NES lainnya masih akan tampil.

Contoh jika NES 1 sudah di-logout dan NES 2 masih aktif:

tcp: [2] 10.120.25.200:3260,1 iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvYYYYYY

 

4. Hapus Konfigurasi Node iSCSI

Jika ingin menghapus konfigurasi iSCSI dari server, gunakan perintah berikut.

Contoh hapus node NES 1:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvXXXXXX -o delete

Contoh hapus node NES 2:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.wjv-iscsi:neowjvYYYYYY -o delete

Apabila NES berada di BTN:

iscsiadm -m node -T iqn.2022-04.id.neometal.btn-iscsi:neobtnYYYYYY -o delete

 

Penjelasan:

iscsiadm -m node -T "ISCSI Target Name" -o delete

 

Cek node yang masih tersimpan:

iscsiadm -m node

 

E. Penutup

Demikian panduan penggunaan 2 Neo Elastic Storage (NES v2) pada 1 NEO Metal. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat melakukan attach, konfigurasi, resize, dan detach dua volume NES secara terpisah pada satu server NEO Metal.

Pastikan selalu melakukan verifikasi pada setiap tahap, terutama pada bagian iSCSI Target Name, portal iSCSI, CHAP credential, block device, UUID, dan mount point. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahan saat melakukan format, resize, atau detach volume.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silakan hubungi Support Biznet GIO melalui email support@biznetgio.com atau live chat maupun WA ke website www.biznetgio.com dan bisa juga melalui telepon ke nomor (021) 5714567.