Cara Membuat Instance Autoscale pada Layanan GIO Enterprise Cloud
0 people liked this article
A. Pendahuluan
Autoscale Instance di Gio Enterprise Cloud adalah fitur yang secara otomatis menambah atau mengurangi jumlah VM (virtual machine) dalam sebuah instance group berdasarkan beban kerja atau kondisi yang telah ditentukan. Fitur ini memungkinkan Gio Enterprise Cloud membuat VM baru saat beban meningkat, atau mematikan VM yang tidak diperlukan saat beban menurun, sehingga performa aplikasi tetap optimal tanpa intervensi manual.
Berikut adalah topologi Autoscaling pada Gio Enterprise Cloud.

B. Persiapan
Sebelum membuat autoscale instance group, siapkan satu IP publik yang tidak sedang digunakan sebagai static NAT atau source NAT. IP ini akan digunakan sebagai IP Load Balancer.
Masuk ke IP tersebut, pilih Load Balancer, lalu buat rule load balancer seperti contoh berikut.

Penjelasan konfigurasi pada gambar di atas:
- Name: LB - nama load balancer rule.
- Public port: 80 - port HTTP publik.
- Private port: 80 - port HTTP pada instance backend.
- Algorithm: Round-robin -> traffic dibagi rata ke semua instance backend secara bergiliran.
- Protocol: TCP - digunakan untuk transport data, dalam hal ini HTTP.
- CIDR list: 0.0.0.0/0 - mengizinkan akses dari semua IP publik tanpa pembatasan.
- Add Instances: tombol untuk menambahkan VM backend ke rule load balancing atau menyimpan rule load balancer.
Setelah klik Add, pastikan Anda tidak memilih instance apapun, karena rule load balancer ini akan digunakan pada saat pembuatan autoscaling group.
C. Konfigurasi
Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengonfigurasi autoscaling instance group pada Gio Enterprise Cloud.
1. Mulai konfigurasi autoscaling
Klik New pada bagian Autoscale untuk memulai konfigurasi.

2. Pilih OS atau template
Pilih OS atau template yang akan digunakan sebagai dasar VM autoscaling.

3. Tentukan resource VM
Tentukan resource yang akan digunakan pada masing-masing VM autoscaling. Catatan: Instance tidak dapat menggunakan dynamic compute offering, sehingga resource harus dipilih sesuai paket yang tersedia.

4. Pilih network dan rule LB
Pilih network yang akan digunakan, lalu pilih rule LB yang telah dibuat sebelumnya untuk instance autoscaling.

5. Konfigurasi rule autoscaling
Tentukan rule scale up dan scale down yang akan digunakan oleh autoscaling group.
- Rule Scale Up

Penjelasan konfigurasi:
- ScaleUp policy name: nama kebijakan untuk proses scale up (menambah VM).
- Duration (in sec): 60 - sistem memantau metrik selama 60 detik untuk memastikan kondisi terpenuhi sebelum scale up dilakukan.
- Quiet time (in sec): 45 - setelah VM baru dibuat, sistem menunggu 45 detik sebelum mengevaluasi kembali, guna mencegah scaling storm.
Kondisi yang harus terpenuhi agar scale up terjadi:
- VM CPU - average percentage: Greater than 80 - jika rata-rata CPU semua VM melebihi 80% selama 60 detik, trigger scale up aktif.
- VM Memory - average percentage: Greater than 80 - jika rata-rata penggunaan memori VM melebihi 80% selama 60 detik, trigger scale up aktif.
- Rule Scale Down

Penjelasan konfigurasi:
- ScaleDown policy name: nama kebijakan yang mengatur kapan VM akan dikurangi.
- Duration (in sec): 60 - sistem memantau kondisi beban selama 60 detik sebelum melakukan scale down. Beban harus stabil di bawah ambang batas selama waktu ini.
- Quiet time (in sec): 45 - setelah satu VM dihapus, sistem menunggu 45 detik sebelum melakukan evaluasi scaling berikutnya, guna mencegah perubahan yang terlalu sering.
Kondisi yang harus terpenuhi agar scale down terjadi:
- VM CPU - average percentage: Less than 75 - jika rata-rata penggunaan CPU seluruh VM lebih kecil dari 75% selama 60 detik, kondisi scale down terpenuhi.
- VM Memory - average percentage: Less than 75 - jika rata-rata penggunaan memori lebih kecil dari 75% selama 60 detik, kondisi scale down juga terpenuhi.
6. Pilih keypair dan user data
Pilih keypair yang akan digunakan untuk autoscaling group, serta isi user data jika diperlukan.

7. Konfigurasi batas member dan interval autoscaling
Tentukan jumlah maksimal dan minimal VM dalam autoscaling group, serta parameter stabilitas lainnya.

Penjelasan konfigurasi:
- Name: KB-Autoscale - nama grup autoscale untuk identifikasi di dashboard Gio Enterprise. Semua VM hasil scaling akan masuk ke grup ini.
- Expunge Instance grace period (in sec): 120 - waktu tunggu sebelum GEC benar-benar menghapus (expunge) VM yang di-terminate saat scale down, guna memberi waktu sistem menyelesaikan proses shutdown atau data sync.
- Max members: 10 - jumlah maksimum VM yang dapat dibuat oleh autoscale group. GEC tidak akan membuat lebih dari 10 VM meskipun beban CPU/Memory masih tinggi.
- Min members: 2 - jumlah minimum VM yang harus selalu aktif. GEC tidak akan menurunkan VM di bawah angka ini, sehingga selalu tersedia 2 VM aktif untuk menjaga ketersediaan layanan.
- Polling interval (in sec): 45 - GEC memeriksa metrik seperti CPU/Memory setiap 45 detik untuk menentukan apakah perlu melakukan scale up atau scale down.
D. Kesimpulan
AutoScaling pada Gio Enterprise Cloud adalah mekanisme otomatis yang menyesuaikan jumlah VM dalam instance group berdasarkan beban kerja seperti CPU atau memori, dengan tujuan menjaga kinerja layanan tetap optimal sekaligus mengefisienkan biaya infrastruktur.
- Saat beban meningkat (CPU/Mem > threshold) -> GEC otomatis menambah VM (scale up).
- Saat beban menurun -> GEC otomatis mengurangi VM (scale down).
- AutoScaling memanfaatkan policy, counter, dan threshold sebagai dasar pengambilan keputusan.
- Parameter seperti min/max members, polling interval, dan grace period digunakan untuk mengatur batas dan stabilitas proses scaling.
Setelah konfigurasi selesai, pastikan autoscaling group berstatus aktif dan rule scale up serta scale down telah terdaftar dengan benar di dashboard Gio Enterprise Cloud.
Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silakan hubungi Support Biznet GIO melalui email support@biznetgio.com atau live chat maupun WA ke website www.biznetgio.com dan bisa juga melalui telepon ke nomor (021) 5714567.
Popular Articles
-
Cara Install & Konfigurasi Monitoring Cacti Serta Mengetahui Fungsi Fitur Pada Cacti
14 people say this guide was helpful
-
Cara Mengaktifkan Telnet pada Windows 7, 8 dan 10
5 people say this guide was helpful
-
Install dan Konfigurasi Samba Server pada Ubuntu
5 people say this guide was helpful
-
Jenis-Jenis Software Virtualisasi untuk Membuat Virtual Machine
7 people say this guide was helpful