Cara Mengatasi Auto-Disconnected Saat Akses Server via SSH
0 people liked this article
A. Pendahuluan
Secure Shell (SSH) merupakan protokol yang umum digunakan untuk mengakses dan mengelola server secara remote. Dalam praktiknya, pengguna sering mengalami kendala berupa koneksi SSH yang terputus secara otomatis (auto-disconnect), terutama saat sesi tidak aktif (idle) dalam periode tertentu. Hal ini dapat disebabkan oleh pengaturan timeout pada server, client, maupun jaringan. Dokumentasi ini akan membahas terkait panduan mengatasi kendala Auto-Disconnect SSH.
B. Langkah - langkah
Auto-Disconnect pada SSH dapat diatasi dengan beberapa solusi sebagai berikut :
1. Konfigurasi dari sisi Server.
Pengaturan keepalive pada server bertujuan untuk menjaga koneksi tetap aktif dengan mengirimkan sinyal secara berkala ke client. Edit file konfigurasi SSH pada server :
sudo nano /etc/ssh/sshd_configTambahkan parameter berikut pada file konfigurasi SSH

ClientAliveInterval 60
ClientAliveCountMax 3
***ClientAliveInterval: Interval waktu (dalam detik) server mengirimkan sinyal keepalive
***ClientAliveCountMax: Jumlah maksimum percobaan sebelum koneksi dianggap tidak aktif dan diputus.
Setelah menambahkan parameter tersebut restart service SSH pada server
sudo systemctl restart ssh
2. Konfigurasi pada sisi Client (Linux)
Langkah selanjutnya adalah melakukan pengaturan pada sisi client (Linux) ini memastikan client tetap mengirimkan sinyal ke server agar koneksi tidak dianggap idle. Untuk itu perlu dilakukan konfigurasi pada SSH client dengan command berikut :
nano ~/.ssh/config
Lalu tambahkan konfigurasi berikut :

Host *
ServerAliveInterval 60
ServerAliveCountMax 3
***Host * → Berlaku untuk semua koneksi SSH
***ServerAliveInterval 60 → Client mengirim sinyal ke server setiap 60 detik agar koneksi tidak idle
***ServerAliveCountMax 3 → Jika 3 kali tidak ada respon dari server, koneksi akan diputus
***Jadi, koneksi akan dianggap putus setelah ±180 detik tidak ada respon.
3. Konfigurasi pada Client Windows (Putty)
Untuk pengaturan keepalive pada client dengan OS Windows bisa menggunakan aplikasi tambahan seperti Putty melalui menu Connection sebagai berikut :

C. Kesimpulan
Auto-disconnect pada SSH umumnya disebabkan oleh timeout dan kondisi jaringan. Dengan konfigurasi keepalive yang tepat, koneksi dapat menjadi lebih stabil dan tidak mudah terputus. Semoga membantu. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Knowledge Base Biznet Gio atau hubungi Support melalui email support@biznetgio.com, live chat/WhatsApp di https://www.biznetgio.com/, atau telepon (021) 5714567.
Popular Articles
-
Cara Install & Konfigurasi Monitoring Cacti Serta Mengetahui Fungsi Fitur Pada Cacti
14 people say this guide was helpful
-
Cara Mengaktifkan Telnet pada Windows 7, 8 dan 10
5 people say this guide was helpful
-
Install dan Konfigurasi Samba Server pada Ubuntu
4 people say this guide was helpful
-
Jenis-Jenis Software Virtualisasi untuk Membuat Virtual Machine
7 people say this guide was helpful