Mengenal OPcache pada PHP: Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya
0 people liked this article
A. Pendahuluan
Saat menjalankan aplikasi berbasis PHP, setiap permintaan (request) dari pengguna akan diproses oleh PHP Engine. Secara default, PHP akan membaca, mem-parsing, dan mengompilasi file PHP menjadi opcode setiap kali ada request. Proses ini dapat meningkatkan penggunaan CPU dan memperlambat waktu respons, terutama pada aplikasi dengan trafik tinggi seperti WordPress, Laravel, Magento, atau aplikasi PHP lainnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, PHP menyediakan fitur OPcache, sebuah mekanisme cache yang menyimpan hasil kompilasi PHP sehingga proses kompilasi tidak perlu dilakukan berulang kali.
OPcache (Zend OPcache) adalah ekstensi bawaan PHP yang berfungsi untuk menyimpan hasil kompilasi script PHP (opcode) ke dalam memori (RAM). Dengan demikian, ketika file PHP yang sama diakses kembali, PHP dapat langsung menjalankan opcode yang telah tersimpan tanpa perlu melakukan proses parsing dan kompilasi ulang.
Fungsi OPcache
-
Menyimpan Hasil Kompilasi PHP
Setelah file PHP dikompilasi menjadi opcode, hasilnya akan disimpan di RAM sehingga dapat digunakan kembali pada request berikutnya. -
Mengurangi Beban CPU
Tanpa OPcache, CPU harus melakukan parsing dan kompilasi setiap kali halaman diakses. Dengan OPcache, proses tersebut hanya dilakukan saat file pertama kali dijalankan atau setelah file mengalami perubahan. -
Mempercepat Waktu Respons Website
Karena PHP langsung mengeksekusi opcode yang sudah tersedia di memori, waktu pemrosesan aplikasi menjadi lebih singkat. -
Mengurangi I/O Disk
PHP tidak perlu terus-menerus membaca dan mengompilasi file dari media penyimpanan sehingga aktivitas disk menjadi lebih ringan.
Manfaat Menggunakan OPcache
1. Mempercepat loading website.
2. Mengoptimalkan penggunaan resource server.
3. Meningkatkan performa aplikasi PHP
4. Mendukung jumlah request yang lebih banyak secara bersamaan
B. Cek OPcache dan Aktivasi
Untuk memastikan apakah ekstensi OPcache telah aktif pada server PHP, Anda dapat melakukan pengecekan menggunakan salah satu metode berikut.
1. Melalui Command Line (CLI)
php -m | grep OPcacheApabila perintah tersebut menampilkan output seperti berikut:

maka dapat dipastikan bahwa ekstensi Zend OPcache telah aktif pada instalasi PHP Anda.
Secara umum, pada saat melakukan instalasi LEMP (Linux, Nginx, MySQL/MariaDB, PHP) maupun LAMP (Linux, Apache, MySQL/MariaDB, PHP) menggunakan paket resmi dari repository distribusi Linux, ekstensi Zend OPcache biasanya sudah terpasang dan aktif secara default. Namun, untuk memastikan statusnya, tetap disarankan melakukan pengecekan menggunakan salah satu metode di atas.
Selain menggunakan perintah php -m, Anda juga dapat mengecek apakah ekstensi OPcache telah dimuat sekaligus mengetahui status aktivasinya menggunakan perintah berikut:
php -i | grep opcache.enableApabila perintah tersebut menampilkan output seperti berikut:

Untuk OPcache telah aktif dan berfungsi untuk aplikasi PHP yang diakses melalui web server, karena nilai opcache.enable menunjukkan status On. Sementara itu, nilai opcache.enable_cli dan opcache.enable_file_override yang berstatus Off merupakan konfigurasi bawaan yang umum ditemukan pada sebagian besar instalasi PHP.
2. Melalui file PHP Info
Selain menggunakan command line, pengecekan ekstensi PHP yang aktif pada website juga dapat dilakukan melalui file php info.
Buat sebuah file info.php pada direktori website, lalu akses nama website dan ditambahkan path folder info.php

Setelah halaman phpinfo() berhasil dibuka, lakukan pencarian pada halaman tersebut dengan menggunakan fitur pencarian browser (Ctrl + F), kemudian masukkan kata kunci: Zend OPcache
Apabila ditemukan bagian Zend OPcache beserta informasi konfigurasi di dalamnya, maka dapat dipastikan bahwa ekstensi OPcache telah terpasang dan aktif pada PHP yang digunakan oleh website.
*Catatan: Setelah proses pengecekan selesai, hapus fileinfo.phpdari direktori website untuk mencegah informasi konfigurasi server terekspos kepada publik.
3. Melalui Control Panel cPanel
Bagi pengguna layanan hosting atau server yang menggunakan cPanel, pengecekan ekstensi OPcache dapat dilakukan melalui menu Select PHP Version atau PHP Extensions (tergantung konfigurasi cPanel yang digunakan).
Silakan ke menu PHP Version

setelah itu ke bagian Extension, lalu cari OPcache.
Apabila ekstensi OPcache belum dalam kondisi tercentang, maka fitur OPcache belum aktif pada versi PHP yang digunakan.

Setelah ekstensi OPcache berhasil dicentang, akan muncul notifikasi bahwa modul tersebut telah berhasil diaktifkan atau diterapkan pada versi PHP yang digunakan.

4. Melalui Control Panel Plesk
Bagi pengguna server yang menggunakan Plesk Panel, pengecekan dan aktivasi ekstensi OPcache dapat dilakukan melalui menu pengaturan PHP.
Silakan dapat login ke Plesk Panel → Website & Domains → Php Settings

Setelah masuk ke menu pengaturan PHP pada Plesk Panel, arahkan ke bagian OPcache untuk melakukan pengecekan status aktivasi.
Pada konfigurasi default Plesk, fitur OPcache umumnya sudah dalam kondisi aktif (Enable) sehingga dapat langsung digunakan oleh website yang menggunakan PHP.

Apabila status menunjukkan Enable/On, maka ekstensi Zend OPcache sudah berhasil diaktifkan.
Jika OPcache belum aktif, lakukan perubahan konfigurasi dengan mengaktifkan opsi tersebut, kemudian simpan perubahan konfigurasi PHP.
C. Kesimpulan
OPcache (Zend OPcache) merupakan salah satu ekstensi PHP yang berfungsi untuk meningkatkan performa aplikasi dengan menyimpan hasil kompilasi script PHP (opcode) ke dalam memori, sehingga PHP tidak perlu melakukan proses kompilasi ulang setiap kali menerima request.
Dengan mengaktifkan OPcache, server dapat mengurangi penggunaan resource CPU, mempercepat waktu respons website, serta meningkatkan efisiensi aplikasi berbasis PHP seperti WordPress, Laravel, dan aplikasi PHP lainnya.
Semoga artikel yang telah kami sampaikan dapat membantu Anda. Anda juga dapat menemukan artikel lainnya melalui halaman Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala teknis terkait dengan layanan Biznet Gio, Anda dapat menghubungi kami melalui email support@biznetgio.com atau dapat melalui telepon (021) 5714567.
Popular Articles
-
Cara Install & Konfigurasi Monitoring Cacti Serta Mengetahui Fungsi Fitur Pada Cacti
15 people say this guide was helpful
-
Cara Mengaktifkan Telnet pada Windows 7, 8 dan 10
5 people say this guide was helpful
-
Install dan Konfigurasi Samba Server pada Ubuntu
5 people say this guide was helpful
-
Cara Membuat atau Menambahkan SSH Key pada Layanan Neo Lite dan NEO Lite Pro
3 people say this guide was helpful