Cara Menambahkan IP Private pada Layanan NEO Lite dan NEO Lite Pro (Ubuntu)
0 people liked this article

A. Pendahuluan
Pada beberapa implementasi server, sering kali dibutuhkan jaringan private yang digunakan khusus untuk komunikasi antar server. Jaringan ini umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan seperti replikasi database, sinkronisasi data, layanan cluster, maupun komunikasi aplikasi yang tidak perlu melewati jaringan publik.
Dokumen ini dibuat sebagai panduan konfigurasi static IP pada interface private di sistem operasi Ubuntu menggunakan Netplan. Pada contoh ini digunakan interface ens19 sebagai jaringan private, sedangkan interface eth0 tetap digunakan sebagai jalur akses publik sehingga koneksi internet maupun akses SSH tetap berjalan seperti biasa.
Panduan ini menjelaskan proses konfigurasi pada masing-masing server, cara mengaktifkan konfigurasi, melakukan pengujian konektivitas, serta langkah-langkah menghapus konfigurasi apabila jaringan private sudah tidak digunakan.
Catatan: Pada panduan ini digunakan interface ens19 sebagai contoh interface jaringan private. Nama interface dapat berbeda pada setiap server, tergantung pada konfigurasi perangkat keras (hardware) atau platform virtualisasi yang digunakan.
Sebelum melakukan konfigurasi IP private, disarankan untuk melakukan backup konfigurasi jaringan yang sedang digunakan agar dapat dipulihkan (rollback) apabila diperlukan.
1. Identifikasi nama interface dan MAC Address yang digunakan
Sebelum melakukan konfigurasi, identifikasi terlebih dahulu nama interface jaringan beserta MAC Address yang akan digunakan dengan menjalankan perintah berikut:
ip aatau
ip link showContoh output:
2: ens19: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500
link/ether bc:24:11:9f:3e:aa brd ff:ff:ff:ff:ff:ffKeterangan:
- Nama interface:
ens19 -
MAC Address:
bc:24:11:9f:3e:aa(ditampilkan setelahlink/ether)
Catatan: Gunakan nama interface dan MAC Address sesuai dengan hasil pengecekan pada server, karena keduanya dapat berbeda pada setiap server.
2. Backup file konfigurasi jaringan Ubuntu (Netplan)
sudo cp -a /etc/netplan /etc/netplan-backup-$(date +%F)Setelah proses backup selesai, lanjutkan dengan langkah konfigurasi IP Private sesuai panduan.
B. Spesification
| Server | Interface | Private IP |
|---|---|---|
| Server01 | ens19 | 10.10.10.1/24 |
| Server02 | ens19 | 10.10.10.2/24 |
Pastikan interface ens19 tersedia pada kedua server.
Pastikan kedua server memiliki interface jaringan tambahan yang akan digunakan sebagai jaringan private. Pada panduan ini digunakan ens19 sebagai contoh, namun nama interface dapat berbeda pada setiap server. Verifikasi nama interface terlebih dahulu menggunakan perintah
ip asebelum melakukan konfigurasi.
Verifikasi:
ip a
Contoh output:
3: ens19: <BROADCAST,MULTICAST> mtu 1500 qdisc noop state DOWNStatus DOWN masih normal sebelum konfigurasi diterapkan.
Konfigurasi Server01
Buat file konfigurasi Netplan (atau edit file Netplan yang sudah ada):
nano /etc/netplan/50-cloud-init.yaml
Isi file:
ens19:
match:
macaddress: "<MAC_ADDRESS_PRIVATE>"
set-name: "ens19"
addresses:
- "<PRIVATE_IP>/<PREFIX>"Catatan: IP Private dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Simpan file.
Atur permission:
chmod 600 /etc/netplan/50-cloud-init.yaml
Terapkan konfigurasi:
netplan apply
Verifikasi:
ip addr show ens19
Hasil yang diharapkan:

Konfigurasi Server02
Buat file konfigurasi Netplan (atau edit file Netplan yang sudah ada):
nano /etc/netplan/50-cloud-init.yaml
Isi file:
ens19:
match:
macaddress: "<MAC_ADDRESS_PRIVATE>"
set-name: "ens19"
addresses:
- "<PRIVATE_IP>/<PREFIX>"
Catatan: IP Private dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Simpan file.
Atur permission:
chmod 600 /etc/netplan/50-cloud-init.yaml
Terapkan konfigurasi:
netplan apply
Verifikasi:
ip addr show ens19
Hasil yang diharapkan:

C. Pengujian Koneksi
Dari Server01:
ping 10.10.10.2
Dari Server02:
ping 10.10.10.1
Jika konfigurasi berhasil, kedua server akan saling merespons melalui jaringan private.
D. Menghapus Konfigurasi Ubuntu
Apabila IP Private sudah tidak digunakan, jangan menghapus file /etc/netplan/50-cloud-init.yaml karena file tersebut dapat berisi konfigurasi jaringan utama (IP Public, gateway, dan DNS) yang dibutuhkan server.
Sebelum melakukan perubahan, disarankan untuk melakukan backup konfigurasi Netplan.
sudo cp -a /etc/netplan /etc/netplan-backup-$(date +%F)sudo nano /etc/netplan/50-cloud-init.yaml
Hapus atau sesuaikan hanya bagian konfigurasi yang berkaitan dengan interface jaringan private, kemudian simpan perubahan.
Setelah selesai, terapkan konfigurasi baru dengan menjalankan:
sudo netplan applyCatatan: Jangan menghapus seluruh file
50-cloud-init.yaml, karena tindakan tersebut dapat menyebabkan konfigurasi jaringan utama (termasuk IP Public) hilang sehingga server tidak dapat diakses melalui jaringan setelah konfigurasi diterapkan atau server di-reboot.
E. Penutup
Dengan mengikuti langkah-langkah pada panduan ini, interface jaringan private dapat dikonfigurasi menggunakan alamat IP statis pada sistem operasi Ubuntu melalui Netplan. Setelah konfigurasi diterapkan, pastikan kedua server dapat saling berkomunikasi melalui jaringan private dengan melakukan pengujian konektivitas.
Apabila konfigurasi jaringan private sudah tidak diperlukan, file konfigurasi dapat dihapus dan konfigurasi jaringan diterapkan kembali agar alamat IP private tidak lagi digunakan. Sebelum menerapkan konfigurasi pada server lain, selalu lakukan verifikasi nama interface jaringan karena setiap server dapat menggunakan nama interface yang berbeda.
Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala, silakan hubungi Support Biznet GIO melalui email support@biznetgio.com, live chat maupun WhatsApp melalui website www.biznetgio.com, atau melalui telepon di nomor (021) 5714567.
Popular Articles
-
Cara Install & Konfigurasi Monitoring Cacti Serta Mengetahui Fungsi Fitur Pada Cacti
15 people say this guide was helpful
-
Cara Mengaktifkan Telnet pada Windows 7, 8 dan 10
5 people say this guide was helpful
-
Install dan Konfigurasi Samba Server pada Ubuntu
5 people say this guide was helpful
-
Jenis-Jenis Software Virtualisasi untuk Membuat Virtual Machine
7 people say this guide was helpful