Neo Virtual Compute (NVC) merupakan layanan cloud server berbasis virtual machine (VM) yang dapat disesuaikan kebutuhan CPU, RAM, storage, hingga sistem operasinya. Dengan dukungan infrastruktur lokal Indonesia dan performa tinggi, NVC cocok digunakan untuk berbagai skenario, mulai dari website hosting, aplikasi bisnis, hingga pengembangan sistem berbasis cloud.
Layanan NEO Virtual Compute kini dapat diakses melalui portal Gio yaitu portal.biznetgio.com. Karena layanan NEO Cloud bersifat prepaid, maka layanan akan aktif apabila sudah melakukan pembayaran setelah pembuatan layanan.
Layanan NEO Virtual Compute menggunakan platform cloud OpenStack sebagai infrastruktur utamanya. Platform OpenStack tersebut telah terintegrasi dengan Portal Biznet GIO, sehingga pelanggan dapat melakukan pembuatan dan pengelolaan instance baik melalui Portal Biznet GIO maupun melalui Horizon, yaitu dashboard resmi dari OpenStack.
B. Langkah -langkah
Pada pembuatan Instance pertama, pengguna diwajibkan untuk membuat Network terlebih dahulu. silakan dapat login ke portal Horizon https://horizon.neo.id/ dengan kredensial yang sama dengan akses https://portal.biznetgio.com/ dan bisa disesuaikan untuk region yang dipilih.
Pilih tab Network, lalu pilih tab Networks dan klik Create Network. Gambar 1.0 Tab Network.
Akan tampil sebuah pop-up untuk mengisikan nama network yang akan dibangun.
Gambar 1.1 Membuat Network.
Masukkan nama Subnet dan Network Address Gambar 1.2 Membuat Subnet.- Subnet Name: Nama untuk subnet - Network Address: IP private untuk network - IP Version: Versi IP yang akan digunakan (Default Ipv4) - Gateway IP: IP yang akan menjadi gateway untuk network
Pada bagian ini pastikan Enable DHCP sudah terpilih, lalu klik Create Gambar 1.3 Enable DHCP.
Setelah Network terbentuk, selanjutnya Anda harus membuat Router. Pada tab Network, pilih Roter lalu klik Create Router Gambar 1.4 Tab Router.
Masukkan nama untuk Router yang akan dibuat, lalu pada External Network pilih Public Network
Gambar 1.5 Membuat Router.
Setelah Router terbentuk, pilih tab Network Topology, pilih Router yang telah dibuat sebelumnya lalu klik Add Interface
Gambar 1.6 Menambahkan Interface.
Pilih nama Subnet yang sebelumnya sudah dibuat kemudian klik Submit
Gambar 1.7 Memilih Subnet.
Setelah itu, Anda harus membuat Security Groups untuk menentukan rules apa saja yang akan diterapkan pada firewall. Pilih Security Groups, lalu klik Manage Rules Gambar 1.8 Tab Security Group.
Kemudian klik Add Rule
Gambar 1.9 Membuat Security Group.
Pada pop-up Add Rule, silakan isi rules(port) apa saja yang akan diterapkan sesuai dengan kebutuhan Anda, contoh: SSH, ICMP, SMTP, dan sebagainya.
Gambar 1.10 Add Rule Port.
C. Membuat Instance
Setelah selesai konfigurasi Network, kini Anda dapat memulai membuat Instance. Pilih tab Compute, lalu pilih Launch Instance
Gambar 2.0 Tab Instance.
Pada tab Details, isikan nama untuk instance, Kemudian klik “Next”
Gambar 2.1 Membuat Instance.
Selanjutnya di tab Source, pilih image pada bagian Select Boot Source untuk menentukan template Sistem Operasi yang tersedia.
Gambar 2.2 Memilih Sistem Operasi.
Setelah itu pada tab flavor, Anda dapat memilih spesifikasi untuk compute, besarnya memory dan juga storage yang sesuai dengan kebutuhan
Gambar 2.3 Memilih Flavor.
Tab Network menyediakan channel komunikasi untuk instance, pilih network yang akan digunakan
Gambar 2.4 Memilih Network.
Tab Network Ports berfungsi untuk mengatur port berapa saja yang digunakan untuk komunikasi antar network, bisa di klik next saja jika tidak terdapat kebutuhaan tersebut.
Gambar 2.5 Memilih Port Network.
Pilih security group yang akan digunakan oleh instance tersebut
Gambar 2.6 Memilih Security Group.
Untuk mengakses Instance melalui internet harus menggunakan Key Pair. Pilih Create Key Pair jika Anda belum memiliki Key Pair. Jika Anda sudah memiliki Key Pair, Anda dapat meng-import key tersebut menggunakan Import Key Pair
Gambar 2.7 Memilih Keypair.
Selanjutnya untuk pilihan Konfigurasi Cloud-init , Server Groups, Scheduler Hints dan Metadata dapat dikosongkan dengan memilih Next, lalu klik Launch Instance.
Tunggu beberapa saat hingga statusnya berubah menjadi Active. Artinya Instance sudah siap digunakan
Selanjutnya, Anda harus menambahkan IP Public untuk mengakses Instance. Pilih tab Floating IPs, lalu klik Allocate IP to Project.
Gambar 2.8 Tab Publik IP.
Pada pilihan Pool, pilih network yang akan digunakan lalu klik Allocate IP
Gambar 2.9 Mengalokasikan Publik IP.
Kembali ke menu Instances, pada Instance yang akan di assign IP Public, klik tab Actions dan pilih Associate Floating IP
Gambar 2.10 Mengaitkan Publik IP.
Akan muncul sebuah pop-up, pilih IP yang akan dihubungkan dengan Instance
Gambar 2.11 Memilih IP Publik.
Setelah semua sudah dilakukan, anda dapat mengakses layanan NEO Virtual Compute dengan referensi berikut.
C. Kesimpulan
Proses pembuatan Instance melalui Horizon dilakukan dengan beberapa tahapan utama, yaitu membuat Network, Router, dan Security Group, kemudian mengaitkan interface Network ke Router. Setelah itu, pengguna dapat membuat Instance dan mengalokasikan IP publik agar Instance dapat diakses dari jaringan internet.
Semoga artikel yang telah kami sampaikan dapat membantu Anda. Anda juga dapat menemukan artikel lainnya melalui halaman Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala teknis terkait dengan layanan Biznet Gio, Anda dapat menghubungi kami melalui email support@biznetgio.com atau dapat melalui telpon (021) 5714567.