Apa yang bisa kami bantu?

A. Pendahuluan

Jika website Laravel Anda di cPanel menampilkan Error 500 (Internal Server Error), penyebabnya bisa beragam — mulai dari konfigurasi .env yang salah, permission file yang tidak sesuai, hingga folder vendor yang tidak terupload. Karena pesan error ini bersifat generik, dibutuhkan pengecekan sistematis untuk menemukan akar masalahnya.

Gambar 1 : Error 500

Ikuti langkah-langkah troubleshooting berikut secara berurutan untuk mendiagnosis dan mengatasi Error 500 agar website Anda kembali berjalan normal.

B. Penanganan

1. Cek File .env

Pastikan file .env tersedia di folder utama Laravel dan konfigurasi database sudah sesuai. Periksa poin-poin berikut:

  • File .env harus ada di direktori root project Laravel.
  • Nilai DB_HOST, DB_DATABASE, DB_USERNAME, dan DB_PASSWORD harus sesuai dengan database yang dibuat di cPanel (MySQL Database).
  • Pastikan database sudah dibuat terlebih dahulu melalui menu MySQL Databases di cPanel sebelum menjalankan aplikasi.

2. Periksa Permission File dan Folder

Permission yang salah adalah salah satu penyebab paling umum Error 500. Buka File Manager di cPanel, lalu pastikan permission sudah diatur sebagai berikut:

  • Folder : 755
  • File : 644
  • Folder storage dan bootstrap/cache : 775

gambar 3

3. Perhatikan Folder Public Domain

Laravel menggunakan folder public sebagai document root. Domain atau subdomain Anda wajib mengarah ke folder ini, bukan ke folder root project.

Saat menambahkan domain/subdomain, sistem akan membuat folder public_html/domain-subdomain secara otomatis. Jika kondisi ini terjadi, lakukan langkah berikut:

  1. Pindahkan seluruh isi folder public Laravel ke dalam folder public_html/domain-subdomain.
  2. Sesuaikan path pada file index.php agar tetap dapat menemukan autoloader dan bootstrap Laravel.

gambar 4.0 : before \ in public folder laravel
gambar 4.1 : after dipindah

4. Pastikan Folder vendor Terupload

Pada shared hosting, akses terminal tidak tersedia sehingga perintah composer install tidak dapat dijalankan langsung di server. Oleh karena itu, pastikan Anda telah menjalankan composer install di lingkungan lokal (local development) terlebih dahulu, lalu upload folder vendor beserta seluruh isinya ke hosting. Tanpa folder ini, Laravel tidak dapat berjalan.

5. Periksa Error Log

Jika Error 500 masih muncul setelah langkah-langkah di atas, periksa log untuk menemukan pesan error yang lebih spesifik. Cek pada dua lokasi berikut:

  • File log Laravel : storage/logs/laravel.log
  • Panel hosting : menu Errors di cPanel

Informasi pada log akan mengidentifikasi sumber permasalahan secara akurat dan mempercepat proses penyelesaian.

C. Kesimpulan

Error 500 pada website Laravel di shared hosting tanpa akses terminal umumnya dipicu oleh salah satu dari empat hal: konfigurasi `.env` yang tidak sesuai, permission file yang salah, folder `vendor` yang tidak terupload, atau document root yang tidak mengarah ke folder `public`. Seluruh pengecekan dapat dilakukan langsung melalui fitur yang tersedia di cPanel tanpa memerlukan akses SSH.

Apabila kendala masih terjadi setelah mengikuti panduan ini, hubungi tim support dengan menyertakan detail dari error log untuk pengecekan lebih lanjut. Temukan artikel bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio, atau hubungi kami melalui:

  • Email : support@biznetgio.com
  • Telepon : (021) 5714567