Cara Benchmark IOPS Disk pada VPS
0 people liked this article
A. Pendahuluan
Dalam dunia komputasi modern, performa sistem adalah kunci utama untuk memastikan aplikasi berjalan dengan lancar dan efisien. Salah satu aspek penting dari performa sistem IOPS (Input/Output Operations Per Second) dari disk pada Virtual Private Server (VPS). Benchmarking IOPS disk memungkinkan untuk menilai seberapa cepat disk dapat menangani operasi masukan dan keluaran, yang merupakan indikator vital untuk kinerja aplikasi, database, dan sistem penyimpanan pada umumnya.
B. Instalasi dan Konfigurasi
1. Akses VPS melalui SSH
2. Jalankan command wget -qO- bench.sh | bash

3. Jalankan command iostat

C. Pengetesan benchmark disk dengan menggunakan FIO
1.Install dan update package pada linux
sudo apt update
sudo apt install -y fio2.Apabila sudah di install untuk fio tersebut, kalian perlu membuat directory yang nantinya di gunakan sebagai path fio melakukan benchmark
mkdir /tempat/folder
cd /tempat/folder
3. Jalankan perintah berikut untuk memulai benchmark disk
fio --name=rand_rw \
--filename=testfile_fio \
--rw=randrw \
--rwmixread=75 \
--bs=4k \
--size=1G \
--numjobs=1 \
--iodepth=16 \
--runtime=60 \
--time_based \
--ioengine=libaio \
--direct=1 \
--group_reportingBerikut untuk penjelasan dari command tersebut
| Parameter | Penjelasan |
|---|---|
--name=rand_rw |
Nama atau label pengujian untuk laporan hasil. |
--filename=testfile_fio |
Nama file sementara yang akan dibuat sebagai target pengujian. |
--rw=randrw |
Menggunakan mode Random Read & Write (akses acak). |
--rwmixread=75 |
Menentukan porsi beban: 75% Read dan 25% Write. |
--bs=4k |
Block Size sebesar 4 KB. Ini adalah standar simulasi beban kerja OS dan database. |
--size=1G |
Ukuran file dummy yang digunakan adalah 1 GB. |
--numjobs=1 |
Jumlah proses yang dijalankan secara bersamaan. |
--iodepth=16 |
Mengirim 16 permintaan (request) sekaligus dalam satu antrean. |
--runtime=60 |
Membatasi waktu pengujian selama 60 detik. |
--time_based |
Memastikan tes berjalan penuh selama 60 detik meski file 1GB sudah selesai diproses. |
--ioengine=libaio |
Menggunakan engine Linux Native Asynchronous I/O agar lebih efisien. |
--direct=1 |
Menginstruksikan fio untuk bypass buffer cache dari OS (pengujian murni ke disk). |
--group_reporting |
Menampilkan hasil akhir sebagai satu kesatuan laporan jika menggunakan banyak jobs. |
4.Berikut untuk hasil benchmark disk apabila sudah selesai di lakukan

Kesimpulan Pengujian:
Berdasarkan hasil fio, disk sda menunjukkan performa 1000 IOPS Read dan 333 IOPS Write pada blok data 4k. Meskipun angka throughput terlihat kecil (total ~5.3 MB/s), hal ini wajar karena pengujian dilakukan secara Random (Acak), yang jauh lebih berat daripada memindahkan file besar secara berurutan. Dengan utilisasi 99.85%, disk ini telah mencapai batas maksimal kemampuannya dalam menangani antrean (iodepth=16).
D. Kesimpulan
Artikel ini membahas cara benchmark IOPS disk pada Virtual Private Server (VPS), yang merupakan kunci untuk menilai kinerja sistem penyimpanan. Dengan memahami cara pengecekan IOPS disk yang digunakan dalam benchmarking ini dapat mengoptimalkan kinerja aplikasi dan meningkatkan responsivitas sistem secara efisien, dan pengecekan dasar apabila dari sisi server terdapat kendala pada sisi IOPS disk.
Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silahkan hubungi support@biznetgio.com atau (021) 5714567.
Popular Articles
-
Cara Install & Konfigurasi Monitoring Cacti Serta Mengetahui Fungsi Fitur Pada Cacti
15 people say this guide was helpful
-
Cara Mengaktifkan Telnet pada Windows 7, 8 dan 10
5 people say this guide was helpful
-
Install dan Konfigurasi Samba Server pada Ubuntu
5 people say this guide was helpful
-
Jenis-Jenis Software Virtualisasi untuk Membuat Virtual Machine
7 people say this guide was helpful