Apa yang bisa kami bantu?

A. Pendahuluan

Dalam dunia komputasi modern, performa sistem adalah kunci utama untuk memastikan aplikasi berjalan dengan lancar dan efisien. Salah satu aspek penting dari performa sistem IOPS (Input/Output Operations Per Second) dari disk pada Virtual Private Server (VPS). Benchmarking IOPS disk memungkinkan untuk menilai seberapa cepat disk dapat menangani operasi masukan dan keluaran, yang merupakan indikator vital untuk kinerja aplikasi, database, dan sistem penyimpanan pada umumnya.

B. Instalasi dan Konfigurasi

1. Akses VPS melalui SSH 

2. Jalankan command wget -qO- bench.sh | bash

Gambar 2.1. Hasil Pengecekan Command Pertama

3. Jalankan command iostat
 

Gambar 2.2. Hasil Pengecekan Command Kedua

C. Pengetesan benchmark disk dengan menggunakan FIO

1.Install dan update package pada linux

sudo apt update
sudo apt install -y fio

2.Apabila sudah di install untuk fio tersebut, kalian perlu membuat directory yang nantinya di gunakan sebagai path fio melakukan benchmark

mkdir /tempat/folder
cd /tempat/folder
Gambar 2.3 Pembuatan folder FIO

3. Jalankan perintah berikut untuk memulai benchmark disk

fio --name=rand_rw \
--filename=testfile_fio \
--rw=randrw \
--rwmixread=75 \
--bs=4k \
--size=1G \
--numjobs=1 \
--iodepth=16 \
--runtime=60 \
--time_based \
--ioengine=libaio \
--direct=1 \
--group_reporting

Berikut untuk penjelasan dari command tersebut

Parameter Penjelasan
--name=rand_rw Nama atau label pengujian untuk laporan hasil.
--filename=testfile_fio Nama file sementara yang akan dibuat sebagai target pengujian.
--rw=randrw Menggunakan mode Random Read & Write (akses acak).
--rwmixread=75 Menentukan porsi beban: 75% Read dan 25% Write.
--bs=4k Block Size sebesar 4 KB. Ini adalah standar simulasi beban kerja OS dan database.
--size=1G Ukuran file dummy yang digunakan adalah 1 GB.
--numjobs=1 Jumlah proses yang dijalankan secara bersamaan.
--iodepth=16 Mengirim 16 permintaan (request) sekaligus dalam satu antrean.
--runtime=60 Membatasi waktu pengujian selama 60 detik.
--time_based Memastikan tes berjalan penuh selama 60 detik meski file 1GB sudah selesai diproses.
--ioengine=libaio Menggunakan engine Linux Native Asynchronous I/O agar lebih efisien.
--direct=1 Menginstruksikan fio untuk bypass buffer cache dari OS (pengujian murni ke disk).
--group_reporting Menampilkan hasil akhir sebagai satu kesatuan laporan jika menggunakan banyak jobs.

4.Berikut untuk hasil benchmark disk apabila sudah selesai di lakukan

Gambar 2.4 Hasil Benchmark

Kesimpulan Pengujian:
Berdasarkan hasil fio, disk sda menunjukkan performa 1000 IOPS Read dan 333 IOPS Write pada blok data 4k. Meskipun angka throughput terlihat kecil (total ~5.3 MB/s), hal ini wajar karena pengujian dilakukan secara Random (Acak), yang jauh lebih berat daripada memindahkan file besar secara berurutan. Dengan utilisasi 99.85%, disk ini telah mencapai batas maksimal kemampuannya dalam menangani antrean (iodepth=16).

D. Kesimpulan

Artikel ini membahas cara benchmark IOPS disk pada Virtual Private Server (VPS), yang merupakan kunci untuk menilai kinerja sistem penyimpanan. Dengan memahami cara pengecekan IOPS disk yang digunakan dalam benchmarking ini dapat mengoptimalkan kinerja aplikasi dan meningkatkan responsivitas sistem secara efisien, dan pengecekan dasar apabila dari sisi server terdapat kendala pada sisi IOPS disk.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silahkan hubungi support@biznetgio.com atau (021) 5714567.