Apa yang bisa kami bantu?

A. Pendahuluan

Pada beberapa implementasi server, sering kali dibutuhkan jaringan private yang digunakan khusus untuk komunikasi antar server. Jaringan ini umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan seperti replikasi database, sinkronisasi data, layanan cluster, maupun komunikasi aplikasi yang tidak perlu melewati jaringan publik.

Dokumen ini dibuat sebagai panduan konfigurasi IP statis pada interface private di sistem operasi RHEL/Centos/Almalinux/Rocklinux menggunakan NetworkManager. Pada contoh ini digunakan interface eth1 sebagai jaringan private, sedangkan interface eth0 tetap digunakan sebagai jalur akses publik sehingga koneksi internet maupun akses SSH tetap berjalan seperti biasa.

Panduan ini menjelaskan proses konfigurasi pada masing-masing server, cara mengaktifkan konfigurasi, melakukan pengujian konektivitas, serta langkah-langkah menghapus konfigurasi apabila jaringan private sudah tidak digunakan.

Catatan: Pada panduan ini digunakan interface eth1 sebagai contoh interface jaringan private. Nama interface pada setiap server dapat berbeda, tergantung konfigurasi hardware atau virtualisasi yang digunakan. Sebelum melakukan konfigurasi, pastikan nama interface yang akan digunakan dengan menjalankan perintah:

ip a

Sebelumnya, pastikan VM telah terhubung atau di-attach ke Private Network dengan mengikuti panduan pada artikel kami berikut ini.

Cara Menambahkan Private Network pada Layanan NEO Lite dan NEO Lite Pro

 

B. Spesifikasi

Server Interface Private IP
Server01 eth1 172.16.0.1/24
Server02 eth1 172.16.0.2/24

Pastikan interface eth1 tersedia pada kedua server 

Pastikan kedua server memiliki interface jaringan tambahan yang akan digunakan sebagai jaringan private. Pada panduan ini digunakan eth1 sebagai contoh, namun nama interface dapat berbeda pada setiap server. Verifikasi nama interface terlebih dahulu menggunakan perintah ip a sebelum melakukan konfigurasi.

Verifikasi:

ip a

Contoh output:

3: eth1: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc fq_codel state UP group default qlen 1000
    link/ether 02:xx:xx:xx:xx:48 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
    altname enp0s19
    altname ens19
    inet6 fe80::xxxx:xxxx:xxxx:xxxx/64 scope link noprefixroute
       valid_lft forever preferred_lft forever

 

a. Konfigurasi Server01

Buat file konfigurasi:

nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1

Isi file:

# Created by cloud-init automatically, do not edit.
#
AUTOCONNECT_PRIORITY=120
BOOTPROTO=none
DEFROUTE=no
PEERROUTES=no
DEVICE=eth1
HWADDR=02:00:c1:21:56:29
IPADDR=172.16.0.2
PREFIX=24
ONBOOT=yes
TYPE=Ethernet
USERCTL=no

Keterangan: Pada contoh ini digunakan alamat IP private 172.16.0.2. Sesuaikan alamat IP sesuai kebutuhan, namun pastikan seluruh server menggunakan alamat IP yang berbeda, berada pada subnet yang sama, serta tidak bertabrakan dengan jaringan yang sudah ada.

Simpan file.

Reload konfigurasi:

sudo systemctl restart NetworkManager

Verifikasi:

ip addr show eth1

Hasil yang diharapkan:

inet 172.16.0.1/24
Gambar 1. Hasil konfigurasi IP private pada Server01

 

b. Konfigurasi Server02

Buat file konfigurasi:

nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1

Isi file: 

# Created by cloud-init automatically, do not edit.
#
AUTOCONNECT_PRIORITY=120
BOOTPROTO=none
DEFROUTE=no
PEERROUTES=no
DEVICE=eth1
HWADDR=02:00:c1:21:56:29
IPADDR=172.16.0.2
PREFIX=24
ONBOOT=yes
TYPE=Ethernet
USERCTL=no

Keterangan: Pada contoh ini digunakan alamat IP private 172.16.0.2. Sesuaikan alamat IP sesuai kebutuhan, namun pastikan seluruh server menggunakan alamat IP yang berbeda, berada pada subnet yang sama, serta tidak bertabrakan dengan jaringan yang sudah ada.

Simpan file.

Reload konfigurasi:

sudo systemctl restart NetworkManager

Verifikasi:

ip addr show eth1

Hasil yang diharapkan:

inet 172.16.0.2/24
Gambar 2. Hasil konfigurasi IP private pada Server02

C. Pengujian Koneksi

Dari Server01:

ping 172.16.0.2
Gambar 3. Test Ping ke Server02

Dari Server02:

ping 172.16.0.1
Gambar 4. Test Ping ke Server01

Jika konfigurasi berhasil, kedua server akan saling merespons melalui jaringan private.

 

D. Menghapus Konfigurasi Debian

Jika jaringan private sudah tidak digunakan, hapus file konfigurasi:

rm -f /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1

Reload konfigurasi jaringan:

sudo systemctl restart NetworkManager

Pastikan interface sudah tidak memiliki alamat IP:

ip addr show eth1

 

E. Penutup

Dengan mengikuti langkah-langkah pada panduan ini, interface jaringan private dapat dikonfigurasi menggunakan alamat IP statis pada sistem operasi RHEL/Centos/Almalinux/Rocklinux melalui NetworkManager. Setelah konfigurasi diterapkan, pastikan kedua server dapat saling berkomunikasi melalui jaringan private dengan melakukan pengujian konektivitas.

Apabila konfigurasi jaringan private sudah tidak diperlukan, file konfigurasi dapat dihapus dan interface dinonaktifkan agar tidak digunakan lagi. Sebelum menerapkan konfigurasi pada server lain, selalu lakukan verifikasi nama interface jaringan karena setiap server dapat menggunakan nama interface yang berbeda.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silakan hubungi Support Biznet GIO melalui email support@biznetgio.com atau live chat maupun WA ke website www.biznetgio.com dan bisa juga melalui telepon ke nomor (021) 5714567.