Konfigurasi Network dengan Dua Interface (IP Floating) pada Neo Virtual Compute
0 people liked this article
A. Pendahuluan
Neo Virtual Compute (NVC) adalah layanan cloud server (Infrastructure-as-a-Service) berbasis virtual machine (VM) dari Biznet Gio yang fleksibel, cepat, dan berlokasi di Indonesia. NVC memungkinkan pengguna menyesuaikan CPU, RAM, dan penyimpanan (storage) secara mandiri, menggunakan teknologi OpenStack untuk infrastruktur yang andal dan aman.
Pada Layanan NEO Virtual Compute, jika memerlukan 2 IP Public pada satu VM maka hal ini memungkinkan pada layanan NEO Virtual Compute. Untuk konfigurasinya hanya bisa dilakukan pada Portal Horizon pada laman berikut : https://horizon.neo.id.
Lalu Anda juga diharuskan memiliki 1 VM, 2 Network, 1 Router, dan 2 IP Public. Untuk panduan berikut merupakan awal dari pembuatan NVC hingga konfigurasi didalam OS. Kali ini Admin akan menggunakan OS AlmaLinux 9 dan Ubuntu 24.04 LTS yang sudah tersedia Operating System pada Portal.
B. Persiapan
1. Create 2 Network
Buatah Public Network sebagai penghubung instance ke jaringan publik. Anda dapat mengatur Public Network melalui Portal Horizon. Pada referensi ini kita akan mencoba buat 2 Network dengan detail seperti berikut.
Network 1 |
Network 2 |
|
| Network Name | net-interface-kb-01 | net-interface-kb-02 |
| Subnet Name | sub-interface-kb-01 | sub-interface-kb-02 |
| Network Address | 192.168.30.0/24 | 172.100.50.0/24 |
| Gateway IP | 192.168.30.1 | 172.100.50.1 |
Silakan untuk kogin ke portal horizon Anda, kemudian klik menu [Networks] >> [Create Network].

Selanjutnya buat Network sesuai dengan detail pada tabel Network 1.

Setelah input nama pada bagian network, pindah ke bagian subnet dan input sesuai dengan detail pada tabel. Apabila sudah bisa langsung klik next dan create.

Setelah berhasil buat Network 1, selanjutnya buat Network kembali sesuai dengan detail pada tabel Network 2.


2. Create Router
Buatah Public Router sebagai penghubung network ke jaringan publik. Anda dapat melakukannya pada Portal Horizon pada menu [Networks] >> [Router] >. [Create Router].

Berikut adalah contoh konfigurasi yang digunakan:
- Router Name: router-interface-kb
- External Network: Public_Network

Setelah berhasil buat router, kemudian pilih router >> add interfaces >> ( ke 2 network yang sudah di buat ), seperti gambar berikut :


3. Create VM
Buatlah VM/Instances pergi ke menu Compute >> instance >> launch instance dan pilih OS. Kemudian saat bagian network pada pembuatan intance, pilih ke 2 network yang tadi baru di buat.
Jika sudah pembuatan instance, allocate IP public pada masing masing network.
OS AlmaLinux

OS Ubuntu

Lalu setelah berhasil buat VM AlmaLinux, bisa coba ping ke masing masing IP public menggunakan console lain atau cmd.


Berikut detail network nya pada VM OS AlmaLinux :
- IP Public 103.127.210.xxx | IP Private 192.168.30.249 (bisa di ping / default route)
- IP Public 103.127.210.yyy | IP Private 172.100.50.95 (tidak bisa di ping & akan di tambahkan route nya)
Lalu setelah berhasil buat VM Ubuntu, bisa coba ping ke masing masing IP public menggunakan console lain atau cmd.


Berikut detail network nya pada VM OS Ubuntu :
- IP Public 103.127.211.xxx | IP Private 192.168.30.92 (bisa di ping / default route)
- IP Public 103.127.208.yyy | IP Private 172.100.50.174 (tidak bisa di ping & akan di tambahkan route nya)
C. Instalasi dan Konfigurasi
1. Instance OS AlmaLinux
- SSH ke IP public yang pertama di alocate / yang bisa di ping.
- Untuk update dan upgrade OS AlmaLinux dengan menggunakan perintah berikut :
yum update && upgrade -y- Ketikan perintah ip a untuk melihat masing masing IP private dan interface yang di attach.

- Jika tidak mendapatkan IP private, ketikan perintah dhclient.

- Kemudian bisa juga dikonfigurasikan IP pada interface eth1 yang baru ditambahkan agar jika di restart konfigurasi IP private tidak akan hilang dengan menggunakan perintah berikut :
vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1- Tambahkan detail berikut :
BOOTPROTO=none
DEFROUTE=yes
DEVICE=eth1
IPADDR=172.100.50.95
NETMASK=255.255.255.0
ONBOOT=yes
TYPE=Ethernet
USERCTL=no

- Simpan dan kemudian restart network nya, dengan perintah berikut :
systemctl restart NetworkManager
- Kemudian tambahkan routing table terlebih dahulu, untuk melihat default route tables, ketikan perintah
cat /etc/iproute2/rt_tables.Jika muncul error “cat: /etc/iproute2/rt_tables: No such file or directory”. Bisa dibuat dahulu sesuai dengan command berikut:
vi /etc/iproute2/rt_tablesLalu input default value seperti berikut:
#
# reserved values
#
255 local
254 main
253 default
0 unspecJika sudah ditambahkan, bisa langsung save dan cek kembali.

-
Tambahkan custom route dengan perintah
echo 200 eth1table >> /etc/iproute2/rt_tables

- Setelah buat custom route, tambahkan route untuk eth1 dengan command berikut:
ip route add default via 172.100.50.1 dev eth1 table eth1table
ip route add 172.100.50.0/24 dev eth1 src 172.100.50.95 table eth1table- Selanjutnya tambahkan rule berdasarkan source IP
ip rule add from 172.100.50.95 table eth1table
- Lakukan pengecekan dengan command:
ip rule show
ip route show table eth1table
Lalu restart network nya kembali :
systemctl restart NetworkManager
2. Instance OS Ubuntu
- SSH ke IP public yang pertama di alocate / yang bisa di ping.
- Untuk update dan upgrade OS Ubuntu dengan menggunakan perintah berikut :
apt update && apt upgrade- Instal iproute2
apt install iproute2- Modifikasi file “vi /etc/iproute2/rt_tables” dengan menyisipkan dua baris terakhir dengan angka yang menentukan prioritas.

- Memodifikasi conf. netplan untuk antarmuka. Sebelum itu, jalankan perintah “ip a” (tanpa tanda petik) untuk mengetahui nama interface-nya.

- Selanjutnya konfigurasi pada file dengan ekstensi yaml pada direktori netplan dengan command sebagai berikut :
vi /etc/netplan/50-cloud-init.yamlnetwork:
version: 2
renderer: networkd
ethernets:
ens3:
dhcp4: no
match:
macaddress: fa:16:3e:d4:29:e8
set-name: ens3
mtu: 1500
addresses:
- 192.168.30.92/24
nameservers:
addresses:
- 8.8.8.8
- 1.1.1.1
- 8.8.4.4
routes:
- to: default
via: 192.168.30.1
table: 801
routing-policy:
- from: 192.168.30.92
table: 801
priority: 200
ens4:
dhcp4: no
match:
macaddress: fa:16:3e:c6:b1:7d
set-name: ens4
mtu: 1500
addresses:
- 172.100.50.174/24
nameservers:
addresses:
- 8.8.8.8
- 1.1.1.1
- 8.8.4.4
routes:
- to: default
via: 172.100.50.1
table: 800
routing-policy:
- from: 172.100.50.174
table: 800
priority: 300Note : Untuk nama file yaml bisa berbeda, silakan dapat dilakukan pengecekan langsung pada direktori netplannya.
- Terapkan perubahan dengan perintah berikut :
netplan applyD. Hasil Uji Coba
Uji konektivitas dari Device Lokal Anda ke masing-masing alamat IP Public instance OS AlmaLinux dan instance OS Ubuntu.
Instance OS AlmaLinux

Instance OS Ubuntu

Jika kedua IP public dapat di ping menandakan untuk VM tersebut sudah dapat menggunakan 2 IP public dan anda juga dapat memastikan untuk SSH ke masing masing IP public, jika sudah bisa maka konfigurasi telah berhasil.
E. Kesimpulan
Konfigurasi dua interface dalam satu VM memberikan fleksibilitas dan keandalan yang tinggi, terutama untuk kebutuhan dual ISP, pemisahan jaringan, maupun optimasi trafik. Namun, implementasinya harus dilakukan dengan perencanaan yang tepat, terutama dalam hal policy routing dan pengaturan gateway agar terhindar dari masalah seperti asymmetric routing atau packet loss. Dengan konfigurasi yang benar dan pengujian yang matang, setup ini dapat berjalan stabil, aman, dan siap digunakan di lingkungan production.
Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silakan hubungi Support Biznet GIO melalui email support@biznetgio.com atau live chat maupun WA ke website www.biznetgio.com dan bisa juga melalui telepon ke nomor (021) 5714567.
Popular Articles
-
Cara Install & Konfigurasi Monitoring Cacti Serta Mengetahui Fungsi Fitur Pada Cacti
14 people say this guide was helpful
-
Cara Mengaktifkan Telnet pada Windows 7, 8 dan 10
5 people say this guide was helpful
-
Install dan Konfigurasi Samba Server pada Ubuntu
4 people say this guide was helpful
-
Jenis-Jenis Software Virtualisasi untuk Membuat Virtual Machine
7 people say this guide was helpful